JAKARTA, KOMPAS.com — Aliran dana asing (hot money) yang diparkir di Indonesia pada 2010 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 ini.
"(Pada tahun 2010) hot money pasti akan naik di negara berkembang karena masih tetap masuk dalam emerging market. Tahun ini masih resesi, kalau tahun depan sudah mulai pemulihan," ujar ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ikhsan, seusai seminar Asia's Emerging Powerhouse di Jakarta, Rabu (18/11).
Fauzi memaparkan, komposisi hot money pada pasar saham masih jauh lebih besar bila dibandingkan dalam bentuk Surat Utang Negara ataupun Sertifikat Bank Indonesia. "Hot money di SUN itu sekitar 10 miliar dollar AS, di pasar saham sekitar 100 miliar dollar AS. Di pasar saham walau tidak semuanya hot money tapi tetap lebih besar," ujarnya.
Lebih lanjut Fauzi menjelaskan, pada tahun depan suku bunga global diperkirakan masih tetap rendah kendati pemulihan ekonomi global mulai terjadi. Ini akan memicu para investor untuk tetap berinvestasi pada dua sektor, yaitu saham dan komoditas.
