JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba saja berbicara soal keprihatinannya terhadap rumor atau desas-desus yang berkembang di masyarakat yang menyangkut beliau dan keluarganya. Presiden juga menegaskan bahwa rumor atau desas-desus tanpat sumber yang itu sama sekali tidak benar.
"Lima tahun lalu juga ada (rumor) seperti ini. Ada fitnah, ada character assassination, ada political assassination. Dua di antaranya masuk legal case," kata Presiden dalam pidato pengantarnya kepada wartawan sebelum sidang kabinet terbatas di Istana, Rabu (18/11).
Dalam rapat kabinet terbatas yang berlangsung tertutup itu, Presiden menyampaikan rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang sudah diterima Presiden, Selasa kemarin. Hadir dalam rapat itu, tiga menteri koordinator, Kepala Polri, Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Komunikasi dan Informatika.
Kepada wartawan, Presiden tidak menjelaskan isi rumor atau desas-desus yang dimaksud. Soal rumor, itu juga tiba-tiba saja disampaikan.
Akan tetapi, Presiden menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan beliau akan membawa kasus itu ke proses hukum. "Demi kehormatan saya sebagai kepala negara, ini tidak bisa ditoleransi. Tapi itu nantilah, sekarang kita fokus pada ini (rekomendasi Tim Delapan) dulu," kata Presiden.
Mengenai sikap beliau terhadap rekomendasi Tim Delapan, Presiden menyatakan masih akan mendalami hal itu. "Nanti setelah kita dalami semuanya, dan setelah itu resmi akan saya sampaikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung nantinya dalam waktu saya yang berikan untuk segera direspons, ditanggapi, untuk ditentukan langkah seperti apa yang tepat ke depan."
Setelah rapat, Presiden mengatakan bahwa pada malam nanti ia akan menyampaikan posisi seperti apa yang harus direspons oleh kepolisian dan kejaksaan. Besok, Presiden akan menyerahkan arahan tersebut kepada Kepala Polri dan Jaksa Agung. (RADIO SONORA/SUROTO)
