KOMPAS
Kamis, 18 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Nyawa Melayang Lantaran Utang
Rabu, 18 November 2009 | 21:12 WIB
KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
ilustrasi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Seorang lelaki bernama Gandi Dwi Kamaludin (22) ditemukan tewas tergantung di rumah orang tuanya di Jalan Achmad Yani RT.03 No.46, Kelurahan Karang Jati Balikpapan, Kaltim, Rabu (18/11).
   
"Korban ditemukan tewas tergantung di ventilasi ruang gudang lantai atas rumah orang tuanya," kata Kapolsekta Balikpapan Utara, Sukarman, di Balikpapan.
   
Gandi ditemukan pertama kali oleh bapaknya, Rustam Effendi (52), saat korban tergantung dengan menggunakan tali simpul buat gorden, ujarnya.
   
Selain itu di tempat kejadian perkara polisi juga menemukan satu buah kursi yang digunakan untuk gantung diri. "Tewasnya korban diduga karena bunuh diri, hal itu terlihat dari kondisi fisik korban. Lidahnya menjulur ke luar, saat ditemukan tewas di ventilasi rumah," kata Sukarman.
    
Menurut Sukarman, tewasnya Gandi diduga arena mengalami depresi, akibat  terlilit utang. Beberapa keterangan dari pihak keluarga, dia memiliki utang  untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. "Korban tewas dengan meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil-kecil," ujarnya.
    
Gandi bersama anak istrinya tinggal di Jalan Ruhui Rahayu Gang 6 Sepinggan, Balikpapan Selatan, dan sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan swasta di Balikpapan. Dari tempat kejadian polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya tali simpul dan kursi plastik. Namun, mayat korban tidak diotopsi di rumah sakit sesuai dengan keinginan pihak keluarganya.     

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.