JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Kamis (19/11) pagi, mengalami penurunan 73 poin hingga berada di atas angka Rp 9.400 karena pelaku melepas rupiah untuk mencari untung setelah beberapa hari lalu menguat.
Kurs rupiah terhadap dollar AS melemah menjadi Rp 9.453-Rp 9.463 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.380-Rp 9.395 per dollar AS.
Pialang PT Makinta Sekurities, Harry Kurniawan, di Jakarta, Kamis, mengatakan, merosotnya rupiah pada pagi ini dinilai wajar setelah mengalami kenaikan cukup tajam. "Meski demikian, rupiah posisinya diperkirakan tidak akan jauh berada di kisaran antara Rp 9.400 dan Rp 9.500 per dollar AS," ujarnya.
Menurut dia, koreksi harga itu hanya sementara dan pada saatnya nanti akan kembali menguat. Rupiah, lanjut dia, masih berpeluang naik lagi karena pelaku asing masih tetap menginvestasikan dananya di pasar saham. Bahkan, dana asing yang masuk pada tahun depan diperkirakan masih tetap tinggi karena pasar Indonesia dinilai masih dapat memberikan peluang keuntungan lebih tinggi.
Ia mengatakan, faktor fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik juga merupakan daya tarik bagi asing untuk tetap menempatkan dananya di pasar domestik. Selain itu, Indonesia terus meningkatkan cadangan devisa yang saat ini sudah mencapai 70 miliar dollar AS.
Indonesia, menurut dia, juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang semula 4,5 persen menjadi 5 persen. Karena itu, pasar domestik masih menjadi salah satu incaran para investor asing untuk terus menginvestasikan dananya.


