JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp 1,2 triliun pada sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2009, meningkat 19 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 966,6 miliar. Peningkatan laba ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan operasional dan meningkatnya efisiensi biaya perusahaan.
James Rompas, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, Kamis (19/11) di Jakarta mengatakan peningkatan pendapatan operasional disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih (net interest income) serta keuntungan dari investasi pada surat berharga sebesar Rp 127,9 miliar per September 2009, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp 218,8 miliar. Selain itu, CIMB Niaga juga memperbaiki efisiensi biaya operasional, dengan meningkatkan rasio cost-to-income menjadi sebesar 49,9 persen per September 2009, dibandingkan dengan 61,9 persen pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan posisi yang sama tahun 2008, total kredit meningkat sebesar 3 persen menjadi Rp 74,1 triliun pada September 2009. Data sembilan bulan pertama 2009 menunjukkan jumlah outstanding kartu kredit mencapai 642.000, berbanding dengan 581.000 kartu kredit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit untuk kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan sebesar 23 persen year-on-year menjadi Rp 7,9 triliun.
Loan to Deposit (LDR) CIMB Niaga per September 2009 meningkat menjadi 90,2 persen, dari 88,2 persen pada periode yang sama tahun lalu. Lebih 20,7 persen dari total kredit CIMB Niaga disalurkan di luar pulau Jawa, mencerminkan strategi penyaluran kredit yang merata di Indonesia.
CIMB Niaga terus mempertahankan kualitas aset-nya, tercermin dari rasio NPL (gross) sebesar 2,8 persen selama sembilan bulan pertama 2009, berada di bawah NPL rata-rata industri yang mencapai 4,0 persen (per Agustus 2009).
Return on Asset (ROA) meningkat dari 1,9 persen menjadi 2,1 persen, Return on Equity (ROE) naik dari 15,0 persen menjadi 16,0 persen, sedangkan fee income ratio membaik dari 14,97 persen menjadi 17,68 persen.
Di sisi lain, CIMB Niaga juga meningkatkan jumlah dana pihak ketiga sebesar Rp 81,3 triliun, meningkat dari Rp 80,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi dana semakin baik, terlihat dari meningkatnya CASA (current account savings account) sebesar Rp 5,9 triliun atau 17 persen selama setahun menjadi Rp 39,9 triliun.
