JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan laba bersih kwartal III/2009 sebesar Rp 198,31 miliar, naik 34,56 persen dibandingkan Rp 147,38 miliar laba pada periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut sebagian besar ditopang oleh pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil. Pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil BSM pada kwartal III/2009 mencapai Rp 1,10 triliun, naik 10,60 persen dibanding Rp 986,98 miliar pada September 2009.
Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi, Kamis (19/11), di Jakarta menjelaskan, hingga September 2009, aset BSM mencapai Rp 19,39 triliun, tumbuh 17,23 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan aset BSM antara lain didukung oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada September 2009 DPK BSM telah mencapai Rp 16,86 triliun, dengan struktur DPK BSM terdiri atas dana murah (giro dan tabungan) Rp 8,82 triliun (52,32 persen), dan deposito sebesar Rp 8,04 triliun (47,68 persen). Adapun pembiayaan yang disalurkan BSM semula naik 8,22 persen dari Rp 13,73 triliun pada akhir September 2008 menjadi Rp 14,85 triliun pada akhir September 2009.
Hingga Juni 2009, BSM menguasai pangsa pasar paling besar di industri perbankan syariah baik untuk aset (33,82 persen), DPK (38,84 persen), dan pembiayaan (33,73 persen).
Ekuitas BSM per akhir September 2009 sebesar Rp 1,51 triliun.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

