KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Dirut PLN Bakal Diganti?
Jumat, 20 November 2009 | 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring dengan semakin maraknya pemadaman listrik, kabar mengenai penggantian Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Fahmi Mochtar semakin santer terdengar. Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Manajer Bidang Distribusi PT PLN Disjaya Tangerang Widodo Budinugroho enggan berkomentar. Dia mengaku tidak tahu-menahu terkait kabar tersebut. "No comment, saya enggak tahu. Saya justru baca dari koran dan dari Anda," ujar Widodo di MU Cafe, Jakarta, Jumat (20/11). 

Sementara itu, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku telah membentuk tim yang terdiri dari beberapa departemen terkait guna mengevaluasi kinerja direksi PLN. Saat ini, tim tersebut tengah melakukan analisis terhadap manajemen PLN.

"Tim interdept sedang menggodok konsep menyeluruh peraturan yang diperlukan, baik untuk memperlancar kesulitan listrik, maupun scheme pembiayaan, termasuk analisis manajemen. Jadi, proses-proses ini berlangsung tersinkronisasi," ujar Menneg BUMN Mustafa Abubakar, ketika ditemui di tempat yang berbeda. 

Dia mengaku, saat ini tim interdept juga tengah menggodok penyempurnaan manajemen. Jika memang diperlukan, maka perombakan direksi PLN akan dilakukan. "Kita lihat dulu, kalau misalnya hasil analisis tim (menyatakan) memerlukan penyempurnaan manajemen di PLN, ya kita terbuka. Saat ini sedang digodok tim interdept. Tim gabungan ini akan menyampaikan ke TPA (tim penilai akhir)," katanya.

Namun, Mustafa enggan menjelaskan secara rinci mengenai nama-nama yang nanti bakal menggantikan Dirut PLN. "Saya belum bisa mengonfirmasi. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan," tandasnya.

Penulis: ANI   |   Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.