Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 19:54 WIB
Sekretaris Pertamina: Boleh, Sesekali Beli BBM Pakai Jeriken
Caroline Damanik | acandra | Sabtu, 21 November 2009 | 11:50 WIB
|
Share:

PERSDA/MELVINAS PRIANANDA
Ratusan jeriken minyak milik warga menumpuk di salah satu SPBU yang berada di kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (13/7). Keterlambatan serta berkurangnya jatah pasokan premium di kawasan Singkawang membuat seluruh SPBU yang berada di kawasan ini diserbu oleh warga yang ingin membeli BBM.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis listrik memaksa warga mencari bahan bakar di SPBU untuk menghidupkan genset. Namun, sayangnya pembelian dengan jeriken oleh masyarakat dilarang oleh Pertamina.

Namun, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Toharso mengatakan, sesekali pembelian dengan jeriken diperbolehkan asal dengan tujuan untuk menghidupkan genset rumah tangga.

"Saya rasa kalau hanya sekali-sekali enggak masalahlah. Sekali orang beli 5 liter. Tapi bukan saya mengizinkan, tapi ini kan normal orang membeli," tuturnya di sela Kampanye Kali Bersih di SMKN 62 Jalan Camat Gabun II Lenteng Agung, Sabtu (21/11).

Toharso mencontohkan pembelian bahan bakar dengan jeriken untuk mobil mogok. Namun, sekali lagi Toharso menegaskan, Pertamina tidak mengizinkan pembelian bahan bakar dengan jeriken.

"Tapi Pertamina sulit melarang jika membeli satu, dua liter atau katakan lima liter untuk genset di rumah. Buat saya sulit melarang itu," ungkapnya. Toharso mengatakan, Pertamina dengan tegas melarang pembelian bahan bakar dengan jeriken untuk industri dan re-selling.