JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis listrik memaksa warga mencari bahan bakar di SPBU untuk menghidupkan genset. Namun, sayangnya pembelian dengan jeriken oleh masyarakat dilarang oleh Pertamina.
Namun, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Toharso mengatakan, sesekali pembelian dengan jeriken diperbolehkan asal dengan tujuan untuk menghidupkan genset rumah tangga.
"Saya rasa kalau hanya sekali-sekali enggak masalahlah. Sekali orang beli 5 liter. Tapi bukan saya mengizinkan, tapi ini kan normal orang membeli," tuturnya di sela Kampanye Kali Bersih di SMKN 62 Jalan Camat Gabun II Lenteng Agung, Sabtu (21/11).
Toharso mencontohkan pembelian bahan bakar dengan jeriken untuk mobil mogok. Namun, sekali lagi Toharso menegaskan, Pertamina tidak mengizinkan pembelian bahan bakar dengan jeriken.
"Tapi Pertamina sulit melarang jika membeli satu, dua liter atau katakan lima liter untuk genset di rumah. Buat saya sulit melarang itu," ungkapnya. Toharso mengatakan, Pertamina dengan tegas melarang pembelian bahan bakar dengan jeriken untuk industri dan re-selling.


