Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:44 WIB
Tol Kanci-Pejagan Terus Dikebut
| msh | Minggu, 22 November 2009 | 16:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Untuk mengejar target operasi sebelum akhir 2009, Badan pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta PT Bakrie Toll Road sebagai pemegang konsesi bekerja lebih keras.

"Kalau kami melihat ’progress’ (kemajuan) di lapangan sebenarnya tinggal 1.500 meter jalan beton yang belum di pasang," kata Kepala BPJT Nurdin Manurung di Jakarta, Minggu (22/11), ketika menjelaskan hasil kunjungannya ke Kanci-Pejagan pada hari Kamis lalu.

Menurut Nurdin, dengan teknologi "Precast Prestress Concrete Pavement" (PPCP)" yang diadopsi PT Adhi Karya selaku kontraktor ruas ini, diperkirakan pekerjaan tinggal tiga hari lagi apabila cuaca mendukung.

Nurdin minta agar investor Tol Kanci-Pejagan dapat bekerja lebih keras lagi untuk menyelesaikan proyek pekerjaan yang menjadi salah satu program kerja 100 hari Menteri Pekerjaan Umum ini.

Nurdin mengatakan, seharusnya investor sudah menghitung volume pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam sisa waktu yang tersedia, bahkan kalau perlu menambah tenaga manusia dan peralatan. "Tugas kami (BPJT) hanya melaksanakan pengawasan kualitas pekerjaan, sedangkan maju mundurnya waktu penyelesaian sangat tergantung kepada kerja keras investor," tegas Nurdin yang mengaku puas dengan kualitas konstruksi Kanci-Pejagan.

Terkait dengan rencana konektivitas (terhubungnya) dengan tol Palimanan-Kanci yang dikelola Jasa Marga yang sudah lebih dulu beroperasi (existing), Nurdin mengatakan, termasuk hal yang harus diselesaikan sebelum tol beroperasi.

"Saya akan memanggil kedua operator (Bakrie Toll Road dan Jasa Marga) pada hari Selasa (22/11) untuk membicarakan terhubungnya kedua jalan itu terkait dengan sistem transaksi tol nantinya agar jangan sampai ada masalah," ujarnya.

Nurdin mengatakan, sebenarnya soal konektivitas bukan hal yang rumit. Tinggal memindahkan gerbang tol milik Jasa Marga lebih ke belakang (arah Jakarta). "Persoalannya siapa yang harus menanggung biayanya," ujarnya lagi.

Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya M. Hidayat mengatakan, pihaknya akan bekerja keras dalam upaya menyelesaikan pekerjaan sebelum 100 hari yang menjadi program kerja.

"Kalau melihat pekerjaan saat ini sebenarnya tinggal lima persen lagi, sehingga dipastikan Desember 2009 sudah dapat diselesaikan. Kami selaku manajemen sangat komitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target pemerintah," ujarnya.

Terkait dengan interkoneksi dengan Tol Palimanan-Kanci, Harya mengatakan sebenarnya sudah menyelesaikan tahap akhir final, tetapi diharapkan BPJT juga ikut berperan aktif untuk mempercepat keputusan.

Secara rinci Harya mengatakan, pekerjaan yang tersisa tinggal beberapa lagi yang mencakup konstruksi ringan, perlengkapan rambu tol, serta terkait dengan manajemen operator nantinya.

Sumber :
ANT