JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua BPK Anwar Nasution, Minggu (22/11) malam, menyatakan harapannya laporan audit investigasi Bank Century bisa memberikan jawaban kesimpangan siuran yang selama ini terjadi sehingga masalah Bank Century tidak menyandera pemerintahan baru bekerja.
Disebutkan Anwar, laporan audit investigasi BPK harus bisa menjawab sejumlah pertanyaan, di antaranya apakah pantas bank kecil seperti Bank Century mendapat dana talangan sampai Rp 6,7 triliun dan mengapa bank yang jatuh karena bukan krisis melainkan karena pemiliknya sendiri yang melanggar aturan seperti penerbitan surat kredit (L/C) dan kredit fiktif dan transfer ke anak perusahaannya sendiri Antaboga, sampai mendapat dana talangan sebesar itu dan soal lainnya.
"Sekarang ini sudah tidak sehat. Baru sebulan pemerintahan baru bekerja, akan tetapi sudah banyak masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah secara serius di 'Bunderan Hotel Indonesia' dan 'Jembatan Semanggi' (karena berbagai aksi demo). Masalah itu adalah masalah KPK dan juga Bank Century," ujar Anwar, saat dihubungi Kompas, Minggu malam.
Sebelumnya, Ketua BPK Hadi Purnomo, memastikan Senin (23/11) pagi, laporan audit investigasi BPK terhadap Bank Century akan dilaporkan kepada pimpinan DPR dan KPK.
Menurut Anwar, laporan audit investigasi BPK yang final diharapkan menjawab semua masalah yang yang sebelumnya sudah diindikasikan ditemukan dalam laporan sementa BPK sebelumnya.
"Kalau memang ada kesalahan atau pun hal yang benar, ya harus dibuka. Dan, jangan ditutupi. Sebab, kunci penyelesaiannya di situ, yaitu penyelesaian secara tuntas," tambah Anwar.
Jangan ditutup-tutupi
Dikatakan Anwar, dalam laporannya, BPK harus menjadi seperti "malaikat". "Artinya, jangan menutup-nutupi apapun yang ditemukan. Akan tetapi, kalau soal tindakan, BPK bukan malaikat. Serahkan saja kepada aparat lainnya (kalau ada indikasi pidana atau lainnya)," lanjut Anwar.
Anwar mengatakan, "Pemerintah jangan jauh-jauh pergi Amerika Serikat untuk mengikuti pertemuan negara-negara maju dan berkembang dalam G-20 kalau masalah tata kelola pemerintah yang bersih belum sepenuhnya dijalankan. "Apa yang kita kontribusikan bagi pertemuan itu. Kita hanya jadi bahan tertawaan saja," jelas Anwar.
Mengenai laporan dari PPATK yang belum diserahkan kepada BPK, Anwar mengatakan, apabila tujuannya untuk mengungkapkan kebenaran dalam kasus korupsi, tidak ada salahnya PPATK menyerahkan. "Ya, kalau memang terikat pada Undang-Undang (UU) PPATKA, ya segera ajukan perubahan dan jangan didiamkan saja. Masa kita perlu mengundang Pricewaterhouse Cooper (PwC) untuk Bank Century, padahal kita sudah punya PPATK dan KPK?" tanya Anwar lagi.
