Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:46 WIB
"Hot Money" Terus Mengalir ke Bursa
| Edj | Senin, 23 November 2009 | 09:04 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com - Dana asing terus mengalir deras masuk ke pasar saham Indonesia. Selama sepekan lalu, investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) saham senilai Rp 1,73 triliun.

Dana asing inilah yang menjadi bahan bakar utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tengok saja, selama sepekan kemarin indeks naik 2,49 persen menjadi 2.426,80 pada akhir perdagangan Jumat lalu (20/11).

Analis Universal Broker Indonesia Securities Andri Zakarias Siregar menilai, dana asing masuk karena membaiknya kinerja emiten di lantai bursa. "Kinerja sebanyak 60 persen emiten dinyatakan bagus. Hal tersebut melebihi perkiraan sebelumnya," ujarnya.

Andri memperkirakan, hingga akhir tahun ini aliran dana asing atau hot money akan terus mengalir ke bursa saham Indonesia. Terlebih, pemerintah mempertahankan stimulus ekonomi. "Stimulus diteruskan akan memicu kenaikan bursa saham di dalam negeri," imbuhnya.

Analis pasar saham David Cornelis menilai, investor asing meminati Indonesia lantaran fundamental ekonomi lumayan kokoh. Dia pun memprediksi hot money masih akan terus mengalir hingga kuartal pertama tahun depan.

Menurut David, dalam sepekan ke depan aliran dana asing masih akan menjadi penentu laju IHSG. Mengawali pekan ini, IHSG diprediksi tetap bertahan di jalur positif. Selagi dana asing belum ke luar dari bursa saham Indonesia, lanjut David, tentu kondisi itu lebih memudahkan IHSG mencapai level tertingginya lagi, yaitu pada posisi 2.800. Menurut dia, kalau tren kenaikan berlanjut posisi tertinggi itu bisa kembali dijejaki pada awal 2010.

Selain dana asing, laju IHSG selama pekan ini kemungkinan juga akan dipengaruhi oleh data-data ekonomi dunia, terutama dari Amerika Serikat (AS). Apalagi, bursa AS seperti indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan indeks S&P 500 dalam tiga hari berturut-turut pada akhir pekan lalu sudah terkoreksi. Penyebabnya, antara lain kinerja sejumlah emiten di sana merosot. Misalnya, laba bersih Dell Inc. di kuartal III-2009 anjlok 54 persen jadi 337 juta dollar AS.

Menurut Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero, masuknya hot money ke bursa saham sebenarnya tak sedahsyat guyuran hot money ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat utang negara (SUN). "Posisi dana asing SBI dan SUN tahun ini mencapai Rp 100 triliun, sedangkan ke bursa saham tidak setinggi itu," imbuhnya.

Poltak melihat, sampai akhir tahun ini investor asing masih akan terus masuk ke SBI dan SUN. Pasalnya, kedua instrumen investasi itu lebih memberikan kepastian.  Hari ini (23/11), Poltak memperkirakan indeks akan naik-turun di kisaran 2.400-2.500. Sementara David memprediksi hari ini IHSG akan bergerak di 2.430-2.525.  (Irma Yani/Kontan)

Sumber :
KONTAN