Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (23/11) sore naik tajam 37 poin lebih tinggi dibanding pagi hanya 18 poin berkat meningkatnya aksi beli rupiah oleh para pelaku pasar.
Nilai tukar rupiah naik menjadi Rp 9.445-Rp 9.450 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp 9.482-Rp 9.495.
Direktur Retail Banking PT Bank Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar memburu rupiah karena mereka menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan merespon positif hasil dari rekomendasi Tim 8. "Presiden menyambut baik rekomendasi Tim 8 dengan baik dan bijaksana," ujarnya.
Penilaian itu lanjut dia memicu pelaku lokal dan asing membeli rupiah sehingga mata uang lokal itu, namun kenaikan itu belum mendorong rupiah berada dibawah angka Rp 9.400 per dollar AS. "Kami optimis rupiah akan kembali menguat, karena faktor fundamental ekonomi Indonesia makin membaik dan cadangan devisa negara juga meningkat," katanya.
Peluang rupiah, menurut dia masih cukup besar untuk kembali naik hingga mendekati angka Rp 9.400 per dollar, apabila terus menguat maka rupiah akan mendekati angka Rp 9.300 per dollar AS.
Selain itu juga penguatan rupiah akan terus terjadi hingga akhir depan, karena Indonesia dinilai merupakan negara yang ekonominya tumbuh cukup besar meski di bawah China dan India. "Kenaikan harga komoditas di luar negeri juga akan mendorong pendapatan negara makin meningkat yang mendorong pelaku pasar tetap optimistis bahwa Indonesia masih merupakan pasar potensial untuk digarap lebih baik lagi," katanya.