MAMUJU, KOMPAS.com - PLN Cabang Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan protes terhadap kebijakan PLN Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) di Makassar, Sulsel) terkait jadwal pemadaman listrik di Mamuju karena dinilai tidak adil.
"Kami sudah beberapa kali melakukan protes terhadap kebijakan PLN Wilayah Sulselbar di Makassar mengenai jadwal pemadaman listrik yang dilakukan di wilayah ini," kata Kabag Humas PLN Cabang Mamuju, Sangkala di Mamuju, Senin (23/11).
Ia menyatakan jadwal pemadaman listrik di Mamuju dinilai tidak adil karena terlalu lama. Namun, kata dia, protes tersebut tidak diindahkan oleh PLN Wilayah Cabang Sulselbar, tanpa memberikan keterangan penyebab jadwal pemadaman listrik yang dilakukan di Mamuju terlalu lama
Ia mengatakan, jadwal pemadaman listrik di Mamuju yang berlangsung selama empat kali dalam sehari dan setiap pemadaman berlangsung selama empat jam bukan kebijakan dari manajemen PLN Cabang Mamuju, melainkan kebijakan yang dilakukan PLN wilayah Sulselbar di Makassar.
"Pemadaman yang dikeluhkan warga di Mamuju, karena dinilai terlalu lama sehingga menghambat ekonomi masyarakat di wilayah itu, bukan kebijakan kami melainkan kebijakan PLN wilayah Sulselbar," ujarnya.
Menurut dia, jadwal pemadaman listrik di Mamuju dan di seluruh wilayah lainnya di Provinsi Sulbar ini, tidak seperti dengan pemadaman listrik di wilayah Sulsel yang hanya berlangsung terlalu singkat yakni hanya berlangsung dua kali dalam sehari dan hanya berlangsung selama dua jam.
Padahal, kata dia, wilayah Sulbar adalah sumber pembangkit energi listrik karena sungai yang ada di Kabupaten Mamasa adalah pembangkit listrik bagi daerah lain di Sulawesi seperti PLTA Bakaru.
Oleh karena itu ia meminta agar pihak PLN wilayah Sulselbar, mengubah kebijakannya melakukan pemadaman listrik di wilayah Mamuju hingga empat kali selama empat jam dalam sehari karena sudah menjadi sorotan warga.