Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:28 WIB
Wow! 4,73 Miliar Dollar AS Duit WNI Parkir di Luar Negeri
| Edj | Selasa, 24 November 2009 | 08:18 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Duit orang Indonesia yang parkir di perbankan luar negeri makin menggunung. Mengutip data Bank Indonesia, hingga kuartal III-2009, nilai uang milik sektor swasta, baik eksportir maupun perbankan lokal, yang ditempatkan di perbankan luar negeri mencapai 4,733 miliar dollar AS atau sekitar Rp 47 triliun.

Nilai simpanan itu meningkat 75,8 persen dari posisi akhir kuartal II-2009 yang sebesar 2,692 miliar dollar AS. Bila dibandingkan dengan posisi per akhir kuartal I-2009 yang masih 811 juta dollar AS, lonjakan lebih tinggi lagi, yakni 483,6 persen.

Dalam Neraca Pembayaran Indonesia, BI menjelaskan, sebagian besar dana milik WNI yang berada di mancanegara itu berupa trade credit ke importir di luar negeri. Namun, ada juga dana yang berupa simpanan, baik yang dimiliki pebisnis eksportir maupun bank.

Kenaikan trade credit ini, menurut BI, merupakan indikasi kian pulihnya kinerja ekspor. Adapun alasan bank memperbesar simpanan valas di luar negeri, menurut BI, adalah mengantisipasi kenaikan kebutuhan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri jatuh tempo kuartal keempat tahun 2009.

Nilai simpanan valas bank lokal di luar negeri yang meningkat diartikan sebagai pertanda melimpahnya likuiditas dollar Amerika Serikat di dalam negeri. "Likuiditas valas memang membanjir belakangan ini, karena banyak orang yang menjual dollar AS," ujar Suriyanto Chang, Kepala Treasuri Bank OCBC NISP.

Lantaran banjir dollar AS di pasar uang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan kredit valas, maka banyak bankir memilih menyimpan dollar As di bank luar negeri. "Di luar negeri, instrumen penempatan valas lebih banyak," kata Suriyanto.

Di Indonesia sendiri, penempatan valas baru terbatas di instrumen Surat Utang Negara bertenor lima tahun. Instrumen berbentuk valas yang lebih likuid dari itu sejauh ini belum ada.

Tempat favorit bank-bank lokal menempatkan dana valasnya, antara lain Bank of New York, JP Morgan, dan beberapa bank di Jepang. Padahal, duit milik WNI yang memenuhi brankas bank luar negeri itu sejatinya bisa memperkuat rupiah bila dialirkan ke dalam negeri. Jika persediaan dollar AS di dalam negeri melimpah, tentu nilai tukar rupiah terhadap dollar akan lebih stabil. Rupiah tidak akan goyah apabila hot money mendadak keluar. Bahkan, bisa jadi rupiah jauh lebih menguat. "Kemungkinan itu ada," ujar Suriyanto. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

Sumber :
KONTAN