JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia menyatakan segera memisahkan (spin off) tujuh unit usahanya untuk menjadi perusahaan yang mandiri.
Wakil Direktur Utama GMF Agus Sudaryo mengatakan, spin off ke tujuh unit usahanya akan dilakukan bertahap mulai 2010 hingga 2011.
"Tahun 2010 tiga hingga lima perusahaan, sisanya ditargetkan dilakukan pada 2011," kata Agus di sela seminar tentang kalibrasi penerbangan di Jakarta, Selasa (24/11).
Tujuh unit bisnis GMF yang rencananya akan di-spin off pada 2010 adalah unit industri perlengkapan dan gas, unit pelayanan logistik, unit sekolah teknisi, unit pelayanan TI, kabin dan interior serta unit pengecatan pesawat. Sedangkan sisanya ditargetkan akan dispin off pada 2011 yaitu unit engine leasing dan unit penyediaan pekerja penerbangan. "Spin off ini dilakukan untuk memberi keleluasaan agar usaha ini cepat berkembang untuk menjaga persaingan global," ujar Agus.
Dijelaskannya, nilai investasi ke tujuh unit usaha ini diperkirakan sebesar 130 juta dollar. Dengan spin off, jelasnya, ditargetkan mereka mampu
mengembangkan bisnis dengan pendapatan 700 juta dolar pada lima tahun setelah spin off. Karena sangat strategisnya rencana spin off tersebut, jelasnya, sejumlah perusahaan asing pun telah tertarik untuk menjadi patner setelah perusahaan berdiri sendiri. Agus menyebutkan perusahaan tersebut antara lain ST Aero, SwissAir Technic, KLM dan Jazeera Airlines.


