
JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (24/11) sore, turun 45 poin menjadi Rp 9.490-Rp 9.500 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 9.445-Rp 9.500, karena pelaku pasar masih melepas rupiah.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelaku pasar masih melepas rupiah meski tekanannya agak berkurang dibanding sesi sebelumnya.
Menurut dia, pasar ingin mengetahui lebih lanjut dari pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kasus Bibit Samad dan Chandra Hamzah jangan dibawa ke pengadilan. "Namun, Presiden mempersilakan para anggota DPR mengajukan hak angket untuk membongkar kasus Bank Century," katanya.
Kostaman mengatakan, kondisi ini mengakibatkan rupiah masih akan berkisar pada Rp 9.475 sampai Rp 9.500 per dollar AS, meski tekanan jual akan berlanjut.
"Kami memperkirakan rupiah masih akan berkisar pada Rp 9.475 hingga Rp 9.500 per dollar, karena Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan masuk ke pasar untuk mengetahui gejolak rupiah dan akan intervensi apabila tekanan semakin besar," ucapnya.
Indonesia, lanjutnya, masih akan diminati pelaku asing karena peluang rupiah untuk menguat masih ada, tetapi terhalang adanya berbagai kasus di dalam negeri. Sementara pasar eksternal cenderung positif. "Karena itu, dengan fundamental yang cukup baik, dan cadangan devisa yang terus meningkat, maka investor asing akan tetap bermain di pasar," tambahnya.