JAKARTA, KOMPAS.com - Rabu (25/11), Batavia Air melakukan penerbangan perdana dengan menggunakan pesawat Airbus A319 tujuan Singapura. Pesawat dengan nomor penerbangan 7P-861 ini bertolak dari Jakarta pada pukul 07.00 WIB dan mendarat di Bandar Udara Changi, Singapura pada pukul 09.35 WIB. Selanjutnya Batavia Air terbang dari Singapura menuju Semarang pada pukul 10.35 waktu setempat. Pesawat ini kembali terbang ke Singapura pada pukul 12.40 WIB untuk selanjutnya kembali ke Jakarta pada pukul 16.50 waktu setempat. Selanjutnya Batavia Air akan mengoperasikan rute penerbangan Jakarta - Singapura - Semarang ini setiap hari.
“Kami melihat potensi bisnis yang besar di negara tetangga tersebut. Mobilitas masyarakat Indonesia untuk melakukan bisnis, pendidikan dan wisata belanja ke Singapura menjadi alasan bagi kami untuk membuka rute ini," kata Alice Tansari, Managing Director Batavia Air dalam siaran persnya ke Kompas.com, Selasa (24/11) sore.
Menurut Alice, kota Semarang sebagai kota wisata di Indonesia memiliki beragam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi terutama bangunan kuno peninggalan sejarah yang masih terawat dengan baik. "Batavia Air mencoba untuk menjembatani kebutuhan tersebut sekaligus sebagai sarana promosi untuk kedua negara bertetangga ini," kata Alice Tansari.
Indonesia yang kaya dengan berbagai budaya dan tempat wisata, menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan mancanegara. Semarang adalah salah satu kota yang menyimpan banyak tempat unik seperti Pasar Imlek di Pecinan, Dugderan yang digelar di Pasar Johar, pernak-pernik peninggalan Admiral Cheng Hoo serta masih banyak lagi.
Batavia Air saat ini masuk ke dalam kategori I (satu) dalam aspek keselamatan penerbangan. Kategori ini merupakan peringkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI untuk menilai tingkat keselamatan penerbangan suatu maskapai. Setiap 3 (tiga) bulan sekali, pemeringkatan ini selalu dievaluasi untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap keamanan dan keselamatan dalam penerbangan.
Saat ini Batavia Air - berbekal 36 armada - melayani lebih dari 160 penerbangan setiap harinya dan melayani 35 kota tujuan di seluruh Indonesia serta Guangzhou (China), Kuching (Malaysia) dan Singapura. (*)
