
JAKARTA, KOMPAS.com Hal itu disampaikan jajaran direksi PT Ciputra Development Tbk, PT Ciputra Property Tbk, dan PT Ciputra Surya Tbk pada paparan publik yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (23/11). Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, pada pertengahan tahun 2010 mendatang pihaknya akan memulai pembangunan apartemen dan rumah susun sederhana di Provinsi Shenyang, China. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap di atas lahan seluas 313 hektar dengan total hunian yang dapat dikembangkan sebanyak 20.000 unit. Pada tahap awal, Ciputra Development akan membangun hunian di atas 40 hektar lahan. Menurut Tulus, untuk pembangunan tahap pertama itu, pihaknya membutuhkan belanja modal sekitar Rp 200 miliar. Selain untuk proyek di China, Ciputra Development juga membutuhkan belanja modal sebesar Sementara itu, Ciputra Property menganggarkan belanja modal perseroan tahun 2010 sekitar Rp 700 miliar. Belanja modal sebesar itu akan digunakan untuk pengembangan proyek Ciputra World Jakarta. Proyek pembangunan pusat perkantoran dan apartemen mewah di atas tanah 5,5 hektar di kawasan Kuningan, Jakarta, itu telah dimulai Januari 2008 dan diperkirakan selesai pada akhir 2010 dengan total investasi sekitar Rp 7 triliun. Sementara Ciputra Surya pada tahun 2010 mendatang membutuhkan belanja modal sebesar Rp 425 miliar-Rp 500 miliar. Managing Director Ciputra Surya Harun Hajadi mengatakan, belanja modal sebesar itu dibutuhkan untuk penyelesaian proyek Ciputra World Surabaya, pembangunan apartemen Universitas Ciputra, dan akuisisi sejumlah lahan di Surabaya. (REI)