
NEW YORK, KOMPAS.com - Saham AS di Wall Street berakhir turun moderat pada Selasa (24/11) waktu setempat, setelah pemerintah merevisi turun pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dan sebuah survei baru menunjukkan keyakinan konsumen tida bersemangat.
Dow Jones Industrial Average terkoreksi 17,24 poin (0,16 persen) menjadi 10.433,71, bergerak turun dari penutupan tertinggi sejak Oktober 2008. Indeks komposit saham teknologi Nasdaq melemah 6,83 poin (0,31 persen) menjadi 2.169,18 dan indeks Standard & Poor’s 500 sedikit menyusut 0,59 poin (0,05 persen) menjadi 1.105,65.
Saham menurun sejak bel pembukaan karena pasar mencerna data baru pemerintah yang menunjukkan produk domestik bruto (PDB) pada periode Juli-September tumbuh 2,8 persen, turun dari perkiraan awal 3,5 persen.
Tapi saham memperoleh kembali sebagian dari kerugiannya setelah Federal Reserve menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2010 ke kisaran 2,5-3,5 persen, dan mengatakan, masalah pengangguran tampaknya berada di dekat puncak.
Walaupun ekonomi Amerika Serikat mengalami ekspansi untuk pertama kalinya dalam kuartal ketiga setelah setahun kontraksi, analis mengatakan revisi data pemerintah mengungkapkan pelemahan di ekonomi terbesar dunia itu.
"Kekecewaan dalam revisi adalah itu yang ditunjukkan perekonomian AS, sementara berkembang, namun masih tumbuh di bawah potensinya, yang dipertimbangkan tidak positif sejauh pertumbuhan pekerjaan mengkhawatirkan," kata analis Briefing.com, sPatrick O’Hare.
Analis di Charles Schwab & Co menunjuk konsumsi pribadi dalam data, yang lebih kecil daripada laporan awal dan "ekspektasi singkat". Mereka juga mengatakan bahwa data inflasi datang di bawah perkiraan yang mungkin telah mengurangi beberapa harapan bahwa Federal Reserve mendekati mulai memperketat kebijakan moneter untuk mencegah suatu pemanasan ekonomi.
Secara terpisah, Conference Board, sebuah perusahaan riset terkemuka, mengatakan bahwa kepercayaan konsumen AS naik sedikit pada November setelah dua bulan menurun tetapi tetap dalam level "terperosok". "Ini menunjukkan bahwa konsumen tidak yakin resesi berakhir," kata Scott Hoyt, direktur senior ekonomi konsumen untuk Moody’s Economy.com.
"Tentu paling memprihatinkan adalahterus menurunnya penilaian kondisi pasar tenaga kerja saat ini jatuh ke siklus terendah baru," katanya.
Tingkat pengangguran mencapai 26 tahun tertinggi 10,2 persen pada Oktober, dengan kehilangan bersih 190.000 pekerjaan.