JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga hari menjelang Hari Raya Idul Adha, tiket kereta api kelas eksekutif ataupun bisnis tujuan kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk keberangkatan Kamis (26/11) habis terjual.
“Untuk kelas eksekutif dan bisnis hampir seluruhnya habis terjual, kecuali untuk jurusan jarak dekat, seperti Bandung dan Cirebon,” ujar Sugeng Priyono, Humas PT KA Daerah Operasional I Jakarta, Selasa.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, rangkaian KA akan dimaksimalkan dari 7 kereta menjadi 8 hingga 10 kereta. Selama Idul Adha, tarif KA eksekutif mengalami kenaikan antara Rp 30.000 dan Rp 40.000. Adapun untuk pengamanan, Sugeng mengatakan, pengamanan yang dilakukan tidak berbeda dengan saat arus mudik dan balik Lebaran kemarin. Hanya, kata dia, yang berbeda adalah pada penambahan kereta yang berangkat ataupun datang dari stasiun.
Adapun untuk puncak arus balik, Sugeng memprediksi akan terjadi pada Minggu. “Informasi dari lapangan yang saya terima, pada saat itu akan banyak penumpang yang masuk ke Jakarta,” ungkap Sugeng.
Ata Sudarta, Kepala Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, mengatakan, tambahan rangkaian kereta baru diadakan untuk KA Eksekutif Argo Lawu yang melayani jurusan Stasiun Solo Balapan.
“Argo Lawu jurusan Solo Balapan akan ditambah. Berangkat pukul 21.15. Adapun tiketnya masih kami pasarkan,” kata Ata Sudarta.
Dia mengatakan, untuk tiket KA eksekutif reguler telah habis terjual untuk keberangkatan Kamis besok, sedangkan untuk tiket KA tujuan lokal dan jarak menengah, seperti Bandung dan Cirebon, masih tersedia.
Kepala Stasiun Besar Pasar Senen Sofyan Hasan juga mengungkapkan hal senada. Tiket KA bisnis dan ekonomi jurusan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berangkat dan melalui Stasiun Besar Pasar Senen telah habis terjual. “Bahkan, untuk tiket berdiri juga habis terjual,” ungkapnya.
Sofyan mencontohkan, tiket untuk KA Matarmaja dan Kertajaya sudah terjual sebanyak 150 persen dari total kursi yang tersedia. Setiap kereta berkapasitas hingga 1.120 kursi. Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi tambahan rangkaian kereta untuk ekonomi dan bisnis.
Sementara itu, setiap rangkaian sudah tidak bisa ditambahkan gerbong. Sebab, maksimal hanya 10 gerbong penumpang dan satu gerbong kereta makan. Untuk masalah pengamanan, Sofyan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Polsektro Senen dan Polrestro Jakarta Pusat untuk pengamanan Stasiun Besar Pasar Senen.
“Kami juga tempatkan petugas keamanan khusus kereta api di setiap gerbong kereta,” ujar Sofyan Hasan.
