JAKARTA, KOMPAS.com - Sentimen negatif Grup Bakrie akhirnya menghantarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona negatif. Rabu (25/11), hingga paruh kedua, indeks bertengger di 2.465,09, atau turun 0,27 persen. Perinciannya 43 saham naik, 93 saham turun, dan 67 saham tak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp 1,99 triliun.
Rights issue PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang di bawah harga pasar menjadi sentimen buruk bagi anggota The Seven Brothers lainnya. Saham ENRG ditutup turun 10,91 persen menjadi Rp 245. Sementara saham Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 3,81 persen menjadi Rp 2.525, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun 3,51 persen menjadi Rp 275, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 2,94 persen menjadi Rp 99.
Saham-saham lain yang juga mencatatkan penurunan; PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) turun 2,75 menjadi Rp 7.200, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 1,28 persen menjadi Rp 11.600, PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,3 persen menjadi Rp 33.250, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 0,59 persen menjadi Rp 16.900
Saham-saham yang mampu mencatatkan penguatan; PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 3,7 persen menjadi Rp 5.600, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 1,88 persen menjadi Rp 8.150, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 4,59 persen menjadi Rp 2.050, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 0,31 persen menjadi Rp 16.150, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,32 persen menjadi Rp 15.450.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS siang ini berhasil menguat menjauhi level 9.500. Maya uang RI ini berada di posisi Rp 9.440 per dollar AS. (Hendra Soeprajitno/Kontan)


