JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memperhitungkan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun depan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.
Demikian disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu, di sela-sela rapat kerja dengan Komiis XI DPR RI, Jakarta, Rabu ( 25/11 ). Anggito menjelaskan pada APBN tidak hanya disebutkan mengenai besaran TDL saja, namun, juga menyebutkan soal efisiensi kelistrikan, target penjualan, serta potensi kerugian. "TDL sudah diperhitungkan, tidak hanya TDL, tetapi juga efisiensi, target salesnya, losses juga telah diperhitungkan," ujar Anggito.
Namun, Anggito enggan menjelaskan secara rinci mekanisme penetapan TDL pada tahun depan. Pada tahun 2010 , subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun dengan marjin usaha sebesar 5 persen. "Tentu ada perhitungannya dong, kalau menghitung harus ada dasarnya," cetusnya.
Lebih jauh Anggito mengatakan kendati harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, namun pemerintah belum akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat ini. "Kita akan maintain subsidi untuk policy yang sekarang ada. Untuk BBM tidak ada opsi menaikkan," tandasnya.
