Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:07 WIB
CDMA Gilas Penjualan Telpon Rumah TLKM
| made | Rabu, 25 November 2009 | 15:28 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com -  Teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) ternyata menjadi pil pahit bagi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Pasalnya, jaringan telepon seluler CDMA mengakibatkan produk telepon rumah kian merosot. Bahkan, perusahaan halo-halo terbesar di Indonesia ini memprediksi penjualan nomor telepon rumah se-Indonesia akan anjlok 13,3 persen pada tahun 2010 mendatang.

Direktur Konsumer TLKM I Nyoman G. Wiryanata mengakui bahwa sepinya peminat telepon rumah disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia. "Orang bahkan lebih senang pakai telepon seluler di rumah sendiri," katanya.

Pada 2007 lalu, penjualan telepon rumah TLK M masih bertengger di Rp 18,52 triliun. Tapi, penjualan itu merosot Rp 2,2 triliun menjadi Rp 16,32 triliun. TLKM memprediksi, penjualan bakal kembali merosot sebesar Rp 2,5 triliun pada 2009 ini. Artinya, divisi ini hanya mencatatkan penjualan Rp 13,82 triliun.

Meski tak seburuk dua tahun terakhir, Telkom memprediksi, penjualan telepon rumah akan turun Rp 1,6 triliun di 2009 ini. Ini dikarenakan paket telepon rumah tagihan tetap (TAP) yang memberikan diskon tarif 30 persen-40 persen secara progresif.

Paket TAP tersebut telah hadir sejak Februari 2009. Namun hingga November 2009 hanya 1 juta pelanggan Telkom yang mengikuti. Ujungnya TLKM meluncurkan ulang paket TAP yang baru dengan bonus waktu bicara gratis. TLKM menargetkan bisa menjaring pelanggan baru 1,3 juta-1,4 juta pemakai dengan adanya program baru itu.

Meski begitu, TLKM akan lebih memfokuskan pemasangan telepon kabel untuk broadband internet, bukannya layanan telepon rumah. Telkom pun mulai menghentikan investasi pemasangan kabel tembaga dan beralih ke jaringan kabel optik terhitung tahun ini. Nyoman menyatakan, TLKM menargetkan penambahan pelanggan baru Speedy sebanyak 400.000-500.000 di 2010 nanti. (Veby Mega/Kontan)

Sumber :
KONTAN