DEN HAAG, KOMPAS.com — Grup ABN Amro mengumumkan kerugian pada kuartal ketiga sebesar 1 miliar euro atau 1,5 miliar dollar AS, Rabu (25/11) di Den Haag. Meskipun demikian, kerugian sebesar itu merupakan kemajuan pesat dari kinerja keuangan kelompok ABN Amro pada kuartal kedua.
Kerugian itu sudah termasuk kerugian sebesar 32 juta euro untuk kerajaan Belanda yang pekan lalu telah menyuntikkan dana 3 miliar euro ke bank tersebut. ABN Amro dimiliki konsorsium Royal Bank of Scotland (RBS), Fortis (kelompok bisnis perbankan dan asuransi asal Belgia-Belanda), dan Banco Santander (Spanyol).
ABN Amro dan Fortis dinasionalisasi Pemerintah Belanda karena pernah di ambang kebangkrutan pada tahun lalu. RBS juga ”selamat” karena suntikan dana 36,6 miliar poundsterling pada 17 Oktober 2008 dari Bank of England (Bank Sentral Inggris).
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2009, Grup ABN Amro merugi 3,6 miliar dollar AS. Namun, guncangan keuangan di ABN Amro turut memengaruhi kinerja RBS, setelah turut mengambil alih sebagian saham ABN Amro. ”Kinerja RBS setelah pengambilalihan itu juga terus dipengaruhi naik-turunnya indeks di pasar finansial dan kredit,” demikian pernyataan ABN Amro.
Hasil kinerja keuangan kuartal ketiga ini sudah membaik dari kerugian sebesar 1,8 miliar euro pada kuartal kedua. ABN Amro diakuisisi pada tahun 2007 oleh konsorsium RBS, Santander, dan Pemerintah Belgia-Belanda lewat Fortis. Akuisisi itu tidak terlepas dari krisis finansial yang bermula di AS.
Bisnis dipecah
Meski masih merugi, manajemen Grup ABN Amro menyatakan bisnisnya telah mengalami perkembangan baik. Unit bisnisnya juga akan dipecah menjadi dua bank independen, yakni ABN Amro Bank NV yang sahamnya akan dimiliki Pemerintah Belanda dan RBS NV yang sahamnya akan dimiliki RBS Group.
Kedua bank milik Grup ABN Amro itu direncanakan menyelesaikan pemecahan unit itu secepatnya pada kuartal pertama tahun 2010. ”Grup ABN Amro dan para pemegang sahamnya telah memiliki rencana pemisahan secara legal dan masing-masing memiliki permodalan mencukupi serta cukup likuid.”
Kelompok ABN Amro tersebut memperkirakan akan membukukan kerugian sebesar 800 hingga 900 juta dollar AS. Grup ini juga akan menjual anak perusahaan, yakni HBU dan IFN Finance, ke Deutsche Bank (Jerman).
Penjualan itu merupakan persyaratan yang diajukan oleh Komisi Eropa agar ABN Amro-Fortis dapat dimerger. Mei lalu, ABN mengumumkan akan mengurangi 4.000-5.000 pekerja dari total 30.000 pekerja. (AFP/joe)
