JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) menargetkan dapat menyelesaikan seluruh restrukturisasi utangnya pada akhir tahun ini. Hingga Juni 2009, total utang Garuda tercatat mencapai 726 juta dollar AS. "Restrukturisasi masih dalam proses dan sudah mau selesai. Diharapkan akhir tahun selesai," ujar Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, saat rapat kerja dengan Menneg BUMN dan Komisi XI DPR, di gedung DPR, Jakarta, Kamis ( 26/11 ).
Dia menjelaskan, restrukturisasi utang tersebut sangat penting dilakukan agar bisa memperbaiki kinerja perseroan di tahun-tahun mendatang. Saat ini, total utang Garuda mencapai 726 juta dollar AS. Angka tersebut hanya turun sedikit jika dibandingkan posisi utang pada Desember 2005 sebanyak 860,3 juta dollar AS.
Dari jumlah utang tersebut, sebanyak 286 , 9 juta dollar AS merupakan pinjaman dari ECA dan Commercial Lender 95,1 juta dollar AS juga dari ECA. "Saat ini utang tersebut sudah masuk tahap finalisasi tinggal penandatangan kesepakatan," tuturnya.
Adapun utang berupa Floating Rate Notes (FRN) sebesar 131 , 4 juta dollar AS akan direstrukturisasi dengan cara buy back. Rencananya, buy back ini akan dilakukan pada 15 desember 2009 . Kemudian, utang sebesar 109 , 6 juta dollar AS yang merupakan Mandatory Convertible Bond (MCB) di PT Bank Mandiri, akan dikonversi ke dalam bentuk kepemilikan saham Bank Mandiri. "Untuk yang satu ini kita masih menunggu keputusan BI (Bank Indonesia)," cetusnya.
Sisanya, merupakan hutang dagang ke sejumlah BUMN sebanyak 103 juta dollar AS. Menurut Emir, utang tersebut telah diperpanjang sesuai dengan kesepakatan masing-masing BUMN.


