
JAKARTA, KOMPAS.com — Piutang PT Pertamina saat ini mencapai Rp 30,55 triliun. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan bahwa saat ini ada lima lembaga atau badan usaha yang memiliki catatan utang cukup besar terhadap Pertamina.
Kelima badan usaha yang menghutang adalah PT PLN (Persero), TNI, Trans Pasific Petrochemical Indonesia (TPPI), Garuda Indonesia, dan Merpati Nusantara. "Posisi utang itu sampai tanggal 9 November 2009," ujar Karen saat rapat dengar kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (26/11).
Berdasarkan catatan Pertamina, piutang paling besar berasal dari PLN yang nilainya mencapai Rp 18,1 triliun, disusul piutang TNI sebesar Rp 7,1 triliun. Piutang TPPI sebesar Rp 3,8 triliun, Garuda Indonesia sebesar Rp 720 miliar, dan Merpati Nusantara sebesar Rp 313 miliar.
Soal utang tersebut, ia mengaku masih dalam tahap proses penyelesaian. Pertamina ingin agar kelima badan usaha yang berhutang tersebut segera melakukan pembayaran utang BBM kepada Pertamina.
Hingga akhir tahun ini, laba usaha Pertamina diperkirakan mencapai Rp 23,599 triliun. Adapun prognosa pendapatan Pertamina hingga akhir tahun mencapai Rp 343,8 triliun. "Januari-September, laba usaha Pertamina mencapai Rp 18,37 triliun, sedangkan pendapatan sebesar Rp 262,58 triliun," tandasnya.
Adapun pada tahun 2008, Pertamina membukukan pendapatan sebesar Rp 554,21 triliun dengan laba usaha mencapai Rp 42,91 triliun.