JAKARTA, KOMPAS.com — Investor Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menikmati libur akhir pekan dengan gelisah. Kamis (26/11), hingga paruh kedua berakhir, indeks bertengger di 2.393,52 atau anjlok 2,76 persen. Artinya, IHSG harus kembali meninggalkan angka keramat 2.400. Perinciannya 21 saham naik, 181 saham turun, dan 45 saham tak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi harian BEI tercatat Rp 4,78 triliun.
Penyebab rontoknya IHSG pada hari ini dikarenakan aksi korporasi yang mencengangkan dari emiten grup Bakrie, yaitu PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), yang mematok harga rights issue di bawah harga pasar. Adapun kedua saham itu ditutup turun masing-masing 6,38 persen menjadi Rp 220 dan 18,13 persen menjadi Rp 149.
Tentunya sentimen buruk ini berdampak negatif bagi saham Grup Bakrie lainnya, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 8,65 persen menjadi Rp 2.375, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun 9,26 persen menjadi Rp 245, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 8 persen menjadi Rp 92.
Celakanya, aksi jual emiten Grup Bakrie turut menyeret saham-saham papan atas (blue chips) lainnya. Misalnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 6,14 persen menjadi Rp 10.700, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 5,53 persen menjadi Rp 22.200, PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,74 persen menjadi Rp 32.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,67 persen menjadi Rp 10.950, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,31 persen menjadi Rp 8.750, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun 4,67 persen menjadi Rp 3.575.
Secuil saham-saham yang mampu bertahan yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,77 persen menjadi Rp 17.250 dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) naik 1,74 persen menjadi Rp 1.750. (Hendra Soeprajitno/Kontan)


