Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:14 WIB
Ada Listrik Prabayar, tapi Masih Kena Giliran Pemadaman
| bnj | Kamis, 26 November 2009 | 17:19 WIB
|
Share:

ilustrasi

BOGOR, KOMPAS.com — PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Bogor mengimbau masyarakat agar menggunakan listrik prabayar untuk menghemat pemakaian listrik dan mempertahankan ketersediaan listrik di wilayah itu.

"Program penghematan sudah kami lakukan sejak lama yakni dengan menggunakan listrik prabayar. Beberapa masyarakat menggunakan ini, tapi sebagian masih belum, sehingga kami imbau mereka untuk menggunakannya," kata Assisten Manajer Perencanaan PLN APJ Bogor Widodo, Kamis (26/11).

Penggunaan listrik prabayar juga membantu masyarakat dalam mengatur anggaran rumah tangga dengan mengatur bea pemakaian listrik sesuai dengan kebutuhan.

"Secara tidak langsung program ini juga akan mengajak masyarakat menghemat pemakaian listrik," ujarnya.

Krisis listrik yang terjadi saat ini disebabkan tingginya pemakaian dibanding produksi sehingga PLN membatasi penggunaan dengan melakukan pemadaman listrik untuk menutupi beban puncak.

Perbaikan beberapa pembangkit juga turut mengurangi ketersediaan listrik. Untuk wilayah Bogor penggunaan daya sebesar 630 MW.

"Kebiasaan masyarakat yang kurang menyadari untuk menghemat listrik menjadi salah satu faktor krisis listrik saat ini," sebutnya.

Saat disinggung soal penghematan listrik yang diarahkan ke masyarakat, tetapi tidak didukung dengan upaya penghematan oleh pemerintah yakni tetap menghidupkan lampu jalan di siang hari, Widodo mengatakan, pemakaian jalan sudah diatur.

"Sejauh ini pihak kami siaga setiap saat untuk memadamkan lampu jalan sesuai waktunya, ini tidak ada kaitannya," katanya.

Upaya penghematan listrik tidak hanya ditujukan ke masyarakat, tetapi juga ke perseorangan dan mitra PLN.

Listrik prabayar cukup mudah diperoleh. Cukup dengan membeli isi ulang energi listrik (token) di outlet pembelian.

Pembelian token dapat dilakukan di Bank Perkreditan Rakyat KS, Bank Bukopin, dan PT POS. "Usai membeli token, masukkan 20 digit nomor token tersebut ke kWh prabayar," katanya.

Besaran nilai token terdiri atas unsur kWh, PPJ, dan materai, dengan kisaran harga Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, dan Rp 500.000 atau pilihan token bebas antara Rp 20.000 dan Rp 1 juta.

Penggunaan token harus memerhatikan beberapa aspek, salah satunya adalah meter prabayar dipastikan dalam keadaan terisi token.

Apabila token habis, otomatis listrik padam. Untuk menghidupkan listrik saat token habis, meter prabayar harus diisi ulang.

Sumber :
ANT