KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Dollar Jatuh di Titik Terendah terhadap Yen
Jumat, 27 November 2009 | 15:22 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Dollar AS jatuh ke titik terendah dalam 14 tahun terhadap yen di perdagangan Asia, Jumat (27/11), karena pasar terus menghargakan ekspektasi, Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga rendah untuk periode berkepanjangan.

Dollar sempat jatuh hingga posisi terendah 84,82 yen pada awal perdagangan di Tokyo, sebelum kembali naik (rebound) menjadi 86,15 yen, turun dari 86,53 yen di London, Kamis. Pasar AS tutup untuk liburan Thanksgiving pada Kamis.

Euro turun menjadi 1,4970 dollar dari 1,4989 dan menjadi 128,95 yen dari 129,70 yen. Tekanan jual dollar diperkirakan akan meningkat.

"Karena persepsi pasar bahwa kebijakan tingkat suku bunga rendah di Amerika Serikat kemungkinan akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama," catat analis Barclays, Masafumi Yamamoto.

Lonjakan yen menambah tekanan pada otoritas Jepang untuk campur tangan di pasar, sesuatu yang belum mereka lakukan sejak 2004 karena yen yang lebih kuat melukai ekspor perusahaan Jepang.

Pernyataan hati-hati baru-baru ini pada pergerakan mata uang, Menteri Keuangan Hirohisa Fujii mengakui bahwa yen meningkat pesat adalah membahayakan untuk perekonomian.

"Kami akan mengambil tindakan yang tepat terhadap gerakan kacau," katanya kepada wartawan Jumat, dan menambahkan, ia akan mendiskusikan valuta asing dengan Eropa dan AS bila diperlukan.

Ketika ditanya apakah negara-negara Kelompok Tujuh dapat mengeluarkan pernyataan darurat bersama untuk mengambil yen keluar dari kenaikan, dia menjawab: "Itu mungkin salah satu pilihan kita bisa mengambil tergantung kondisi."

Pada Oktober tahun lalu G-7 mengeluarkan sebuah komunike bersama yang menunjukkan keprihatinan atas yen kuat dalam upaya untuk menenangkan volatilitas di tengah pasar yang hancur parah.

Sekretaris Kabinet Hirofumi Hirano mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintah mempertimbangkan mengambil tindakan mata uang untuk menghindari resesi double-dip.

Tokyo sedang mempelajari tindakan yang mana yang paling efisien, termasuk mengambil pertimbangan tingkat nilai tukar valuta asing saat ini. Namun, ia menolak berkomentar apakah pemerintah telah campur tangan dalam pasar uang.

Pelaku pasar dibagi pada apakah Tokyo akan melakukan intervensi di pasar untuk menjual yen guna mengekang kenaikannya.

"Para pejabat Jepang akhirnya meninggalkan sikap pengabaian mereka pada yen yang kuat," kata Yamamoto dari Barclay, seraya menambahkan ada kekhawatiran kembar melemahnya saham Jepang dan deflasi menyediakan amunisi untuk intervensi.

Namun, dealer lainnya di Tokyo mengatakan tidak ada rasa urgensi karena intervensi yang efektif—baik melalui pernyataan verbal atau aktual operasi moneter—akan membutuhkan kerja sama dengan negara lain.

Yen naik karena data baru Jepang yang keluar pada Jumat pagi menunjukkan harga konsumen inti turun 2,2 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya, menandai delapan bulan terus-menerus turun.

Penulis: BNJ   |   Editor: bnj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.