KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Krisis Utang Dubai Guncang Pasar Dunia
Sabtu, 28 November 2009 | 08:01 WIB
Daily Mail
The party's over: More than 300 billion poundsterling of building work is on hold in Dubai
TERKAIT:

NEW YORK, KOMPAS.com - Krisis utang Dubai mengguncang pasar global lagi pada Jumat, karena kekhawatiran kondisi "default" utang memicu kekhawatiran bahwa pemulihan dari resesi global dapat terhambat.
    
"Dubai pada Rabu malam meminta untuk menunda pembayaran utang yang mengguncang pasar di seluruh dunia dan mengangkat kekhawatiran bahwa default mungkin menghambat pemulihan global," kata Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 154,48 poin (1,48 persen) menjadi 10.309,92 karena pasar dibuka kembali dari hari libur  Thanksgiving, Kamis.

Semua 30 komponen Dow berakhir dengan merah; indeks blue-chip telah ditutup Rabu di tingkat tertinggi sejak Oktober 2008. "Berita telah menggetarkan pasar dunia sejak Rabu malam, dan ekuitas AS menjadi korban penyebaran  pertama yang panik pagi ini," kata Elizabeth Harrow dari Schaeffer’s Investment Research.
    
Indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 37,61 poin (1,73 persen) menjadi 2.138,44 dan pasar yang luas indeks Standard & Poor’s 500 mundur 19,14 poin (1,72 persen) ke 1.091,49.

Dow dibuka turun tajam, terkupas lebih dari 200 poin karena investor mencerna berita bahwa Dubai World, konglomerat utama pembawa bendera negara kota, mencari moratorium enam bulan pembayaran kembali dari 59 miliar dolar dalam utangnya.

"Dubai World, secara de facto adalah fund (dana) pengelolaa kekayaan negara gurun tersebut, secara substansial telah gagal pada sebagian besar dari utangnya," kata Douglas McIntyre dari 24/7 WallSt.com.

"Pengumuman ini memicu kekhawatiran tentang kesehatan keuangan pasar negara berkembang dan dampaknya pada eksposur negara-negara maju terhadap utang Dubai, yang melonjak karena kawasan ini telah mengalami boom pembangunan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir," kata analis Charles Schwab & Co.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.