SURABAYA,KOMPAS.com - Dua minggu terakhir, harga besi tua turun dari kisaran harga Rp 3.800 per kilogram menjadi Rp 3.400 per kilogram. Akibatnya, sebagian pengusaha besi tua menunda penjualan agar tak menderita kerugian.
Ahmad (35) pengusaha besi tua di Surabaya mengatakan, penurunan harga besi tua disebabkan maraknya impor besi tua bekas dari luar negeri. "Akhir-akhir ini banyak impor besi tua dari luar negeri sehingga pasokan dalam negeri melimpah dan harga turun. Awal tahun depan mudah-mudahan harganya merangkak naik lagi," paparnya, Minggu (29/11) di Surabaya.
Keluhan serupa dirasakan sejumlah pengusaha besi tua di Bangkalan, Madura. Beberapa kapal bekas dengan berat ribuan ton tampak berjajar di sebelah timur Dermaga Kamal, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
"Pembongkaran bangkai-bangkai kapal bekas tetap kami lakukan. Hanya, para pengepul besi tua masih menunda penjualan karena harga sedang kurang bagus," kata Dofir (45) petugas keamanan besi tua di Bangkalan.
Selama kurun waktu tahun 2009, harga besi tua tertinggi mencapai Rp 7.000 per kilogram pada sekitar bulan Juni lalu. Pelabuhan Tanjung Perak yang setiap hari dilintasi sekitar 150 unit sangat potensial sebagai produsen besi tua karena setiap kapal dengan usia 25 tahun ke atas harus segera diremajakan.
Bisnis besi tua menjadi pekerjaan alternatif bagi sebagian masyarakat Surabaya dan Madura. Agar mendapatkan besi tua dalam jumlah banyak, tanpa tanggung-tanggung para pengusaha rela membeli kapal bekas dengan harga mencapai Rp 7 miliar hingga Rp 9 miliar per unit.
Kapal-kapal tua berbobot ribuan tol dengan draft mencapai delapan meter tersebut akhirnya dibongkar dengan menggunakan mesin las untuk dimanfaatkan besi dan beberapa suku cadangnya. Rata-rata pemugaran satu unit kapal bekas yang sebagian besar berasal dari Eropa dan Jepang tersebut membutuhkan waktu hingga lima bulan.
