KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Telkom Mulai Membangun Palapa Ring Mataram-Kupang
Senin, 30 November 2009 | 21:03 WIB
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Tumpukan pipa poly ethylene untuk kabel serat optik siap kirim di PT Rusli Vinion Sakti di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memulai pembangunan backbone Mataram-Kupang Cable System sepanjang 1.041 Km. Proyek ini merupakan bagian dari konfigurasi Palapa Ring.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, backbone serat optik yang teritegrasi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) saat ini sangat mendesak. "Backbone serat optik Mataram-Kupang diharapkan menjadi solusi yang komprehensif terhadap keterbatasan kapasitas dan keterisolasian KTI dari jangkauan telekomunikasi," ujar Rinaldi saat peresmian proyek Palapa Ring dan Desa Berdering di Istana Negara, Senin (30/11).

Khusus pembangunan Palapa Ring di KTI terdiri dari submarine cable dan inland cable sepanjang 10.812 kilometer yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. "Telkom memulainya dengan membangun link yang menghubungkan Mataram-Kupang," imbuh Rinaldi.

Pembangunan serat optik Mataram-Kupang sepanjang 1.041 kilometer dilakukan melalui laut dengan kapasitas sampai dengan 300 Gps dan 6 landing point di kota Mataram, Sumbawa Besar, Raba, Waingapu, dan Kupang. Proyek ini ditargetkan rampung November 2010.

Sekadar informasi, Palapa Ring merupakan megaproyek pembangunan tulang punggung (backbone) serat optik yang diinisiasi Departemen Komunikasi dan Informatika. Backbone serat optik terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable) pada 7 cincin (ring) yang mencakup 33 provinsi dan 460 kabupaten. (Hans Henricus/Kontan)

Editor: Edj   |   Sumber :KONTAN Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.