Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:34 WIB
Menko Perekonomian Buka ICOP 2009
Hamzirwan | Glo | Rabu, 2 Desember 2009 | 09:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/HAMZIRWAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa dan Menteri Pertanian Suswono menjawab pertanyaan wartawan berkait kebijakan pemerintah soal kelapa sawit nasional seusai membuka Indonesia Palm Oil Conference 2009 di Nusa Dua, Bali, Rabu (2/12). Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joefly J Bahruny dan Ketua Panitia Pelaksana IPOC 2009 Mona Surya turut mendampingi konferensi pers yang dimoderatori Direktur Eksekutif Gapki Muhammad Fadhil Hasan.

NUSA DUA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa akan membuka Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2009 di Nusa Dua, Bali, Rabu (2/12).

Konferensi kelima yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dihadiri sedikitnya 800 orang dari produsen minyak kelapa sawit mentah, pembeli, pialang, dan aktivis lingkungan dari dalam dan luar negeri.

Menteri Pertanian Suswono, Wakil Mentan Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Gapki Joefly J Bachruny, dan Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia Daud Dharsono turut hadir.

Pengusaha nasional Chaerul Tanjung juga hadir. Ketua Panitia IPOC 2009 Mona Surya mengatakan, konferensi akan membicarakan perkembangan kelapa sawit terkini dan proyeksi pasar CPO tahun 2010.

Para pakar kelapa sawit nasional dan internasional hadir sebagai pembicara dalam konferensi, antara lain, Derom Bangun (Dewan Minyak Sawit Indonesia), Thomas Mielke (Oil World), dan James Fry (LMC International).

Indonesia sebagai produsen terbesar CPO kini harus berani dalam kancah pasar internasional. Berbagai regulasi pemerintah yang sudah diterbitkan harus menjadi acuan bagi standar pembangunan kelapa sawit nasional. Indonesia juga harus menjadi acuan harga pasar CPO karena memasok sedikitnya 47 persen CPO dunia.

CPO kini menjadi perhatian dunia karena terus berkembang menjadi produk minyak nabati dengan pertumbuhan pangsa pasar tercepat. Sebanyak 872 peserta mengikuti konferensi. Sebanyak 165 orang berasal dari luar negeri, antara lain Banglades, Korea, dan China. Konferensi akan berlangsung tiga hari dan dijadwalkan akan ditutup hari Jumat (4/12).