Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:36 WIB
Dua Investor Besar Masuk Cianjur
Josephus Primus | primus | Rabu, 2 Desember 2009 | 19:10 WIB
|
Share:

CIANJUR, KOMPAS.com - Dua investor berskala besar menyatakan minat untuk segera investasi  di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kedua investor itu bergerak dibidang produksi air minum mineral dan bidang properti, kata Kasi  Pelayanan Administrasi Perizinan KP2TPM Kabupaten Cianjur, Asep Djuandi, Rabu (2/12).
    
Kedua investor akan menggarap potensi di wilayah Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.  Saat ini pihak investor sudah memasuki tahap sosialisasi pada masyarakat sekitar. Sedangkan, tahapan perizinan, masih ditempuh di KP2TPM Cianjur.
    
Dilihat dari berbagai aspek, kondisi ini tentunya akan sangat menguntungkan dalam segala hal.  "Mulai dari mengatasi pengangguran, hingga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," katanya.
    
Daya serap tenaga kerja lokal yang akan direkrut perusahaan tersebut, kata  Asep, seraya memprediksi  mencapai 60 persen  dari jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 150 orang.
    
Namun, hingga saat ini, keluhnya, rencana memproduksi air minum kemasan merek terkenal itu, masih terkendala adanya keresahan masyarakat sekitar yang khawatir akan berdampak terhadap debit air.
    
"Hasil penelitian secara ilmiah dan teknis, keberadaan pabrik air itu, tidak akan mempengaruhi debit air," tuturnya.
    
Mendapati hal tersebut, pihak investor rencananya akan melakukan studi banding ke daerah lain yang terdapat lokasi pembuatan air mineral, dengan membawa sejumlah masyarakat sekitar.
    
Sehingga, Asep berharap, sepulang studi banding, sejumlah masyarakat yang dibawa serta, dapat melihat apakah ada dampak atau tidak keberadaan perusahaan air kemasan itu.
    
Sedangkan investor lainnya yang bergerak dibidang properti, berlokasi di Kecamatan Mande. Saat ini prosedur sudah ditempuh pihak perusahaan. Termasuk menyediakan lahan untuk pemakaman umum (TPU) seluas 2 persen dari total lahan yang digunakan untuk kepentingan pembangunan.
    
Masuknya 2 investor berskala besar itu, ungkap Asep, akan menjadi iklim segar bagi dunia investasi di Kabupaten Cianjur, tahun 2010. Hal tersebut didukung dengan tertatanya proses birokrasi bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Cianjur.
    
Bahkan, proses perizinan saat ini telah satu pintu, untuk memudahkan investor mengurus segala sesuatunya, katanya.

Sumber :
Ant