PANGKALPINANG, KOMPAS.com - DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) tidak menyetujui Pemprov Babel yang berencana kembali menambah modal terhadap PT Riau Airlines sebesar Rp 500 juta, karena investasi ini selalu merugi.
"Kami tidak setuju dengan penambahan investasi yang dilakukan Pemprov Babel terhadap PT Riau Airlines, karena investasi sebelumnya sebesar Rp1 miliar merugi," kata Sekretaris Komisi I DPRD Babel Toni Purnama di Pangkalpinang, Rabu (2/12).
Ia mengatakan, DPRD Babel akan mengkaji keinginan Pemprov Babel untuk penambahan investasi terhadap PT Riau Airlines, kendati itu merupakan keinginan Gubernur Babel Eko Maulana Ali. "Tujuan kami melakukan investasi di BUMD seperti PT Riau Airlines untuk mendapatkan keuntungan, kalau investasi awal sudah rugi buat apa ada penambahan modal lagi," ujarnya.
Menurut Toni, kerugian yang dialami PT Riau Airlines bukan hanya Pemprov Babel saja, tapi juga daerah lain yang ikut menanamkan modal seperti Provinsi Riau yang investasinya lebih besar dari Provinsi Babel. "Kami menganjurkan agar Pemprov Babel jangan terlalu gengsi hanya menanamkan modal sebesar Rp 1 miliar, tapi harus melihat kenyataannya jalur penerbangan tidak jalan malah investasi yang rugi," katanya.
Ia juga mengatakan, penanaman modal di PT Riau Airlines tujuannya untuk memudahkan arus transportasi dengan rute Pangkalpinang- Belitung-Palembang. "Namun modal yang ditanamkan Pemprov Babel merugi dan informasinya PT Riau Airlines selalu merugi, kalau terus merugi bagaimana modal yang sudah ditanamkan Pemrov Babel," ujarnya.
Toni menambahkan, Pemprov Babel harus segera mengambil inisiatif, paling tidak menarik saham yang sudah ditanamkan di PT Riau Airlines. "Kami meminta agar Pemprov Babel segera mengambil tindakan, kalau tidak mau modal yang sudah ditanamkan tidak kembali dan rencana penambahan modal sebaiknya diperhitungkan kembali agar tidak merugi lagi," katanya.
