Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:04 WIB
Inilah Proyeksi BI Terhadap Ekonomi Indonesia 2010
| Edj | Kamis, 3 Desember 2009 | 07:50 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Inilah beberapa alasan mengapa Bank Indonesia ingin mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI Rate sebesar 6,5 persen.

Berikut ini beberapa poin prospek perekonomian Indonesia 2010. Prospek ini disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution pada acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009, Rabu (2/12).

1. Prospek Ekonomi dan Keuangan Global Proses pemulihan yang terjadi pada perekonomian global terus menunjukkan indikasi yang semakin menguat, terutama di kawasan Asia yang dimotori oleh Cina.

2. Prospek Ekonomi dan Moneter

a. Pertumbuhan ekonomi
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2009 ini pada kisaran 4,0 persen-4,5 persen atau lebih baik dari perkiraan semula, yang cuma 3,5 persen - 4 persen. Sementara pada 2010, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen - 5,5 persen.

b. Neraca Pembayaran Indonesia dan Cadangan Devisa
BI memperkirakan, membaiknya perekonomian global berpotensi memberi dampak positif pada kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2009. Selain itu, menurut BI, cadangan devisa hingga Oktober 2009 mencapai 64,5 miliar dollar AS.

c. Inflasi
Pada 2009, BI memperkirakan inflasi akan mencapai 4,5% plus-minus 1%. Sedang 2010, BI memperkirakan inflasi bakal melonjak menjadi 5 persen plus-minus 1 persen.

3. Prospek Perbankan

Stabilitas sistem keuangan pada 2010 tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) 17,7 persen dan kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) di bawah 5 persen. Selain itu BI yakin Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan terus menggelembung. Pengelolaan likuiditas perbankan diprediksi menguat karena kebijakan BI yang memberlakukan Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder sebesar 2,5 persen sejak 24 Oktober 2009 lalu.

Kredit perbankan diproyeksikan tumbuh sekitar 15,42% pada 2010. Sementara Return On Asset (ROA) perbankan pada akhir 2009 dan 2010 diperkirakan tidak berubah signifikan.

Di samping tiga poin di atas, BI juga memprediksi, ekspor akan meningkat mengingat strategi pemulihan ekonomi negara mitra dagang utama terindikasi tidak menunjukkan perubahan.  (Herry Prasetyo, Andri Indradie/Kontan)

Sumber :
KONTAN