JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan dana PT Telkom di Bank Century bukan isapan jempol. PT Telkom pernah menyimpan dana di bank yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara. Hal ini ditegaskan Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah seusai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (3/12).
Menurut Rinaldi, dana simpanan PT Telkom di Bank Century kini sudah habis. Dana tersebut telah masuk kembali ke brankas PT Telkom. "Dana itu sudah kembali semuanya," ujar Rinaldi.
Audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan adanya penarikan dana Rp 938,7 miliar oleh pihak yang terkait dengan Century. Penarikan terjadi setelah Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan mengucurkan dana ke bank itu.
Dari 1.427 rekening yang diperiksa, BPK mencurigai sepuluh perusahaan dan satu individu yang berhubungan dengan Century telah menarik dananya pada periode 6 November 2008 hingga 6 Agustus 2009.
Namun sayang, BPK belum memerinci perusahaan dan individu yang menarik dana tersebut. Berita yang muncul, dana sekitar Rp 100 miliar dicairkan oleh beberapa perusahaan negara, seperti PT Jamsostek, PT Timah, dan PT Telkom.
Rinaldi mengemukakan, penempatan dana di Bank Century tidak terkait instruksi menteri. Penempatan dana justru menyesuaikan ketentuan penempatan dana BUMN. "Pokoknya kita itu sesuai dengan kriteria. Makanya mayoritas 80 persen dari dana kita selalu di bank BUMN. Itu selalu, tetapi tentu ada 10-20 persen di bank-bank lain karena dananya besar (bunga simpanan)," ujarnya.
Ketika disinggung mengenai jumlah dana yang disimpan di Bank Century, Rinaldi mengaku tidak mengetahui hal itu secara rinci. "Saya enggak ingat, tapi direktur keuangan yang tahu," ungkapnya.
Menyangkut surat dari Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara yang meminta perusahaan pelat merah membantu keuangan Bank Century, Rinaldi kembali menegaskan, tidak ada instruksi menteri tersebut. "Tidak ada instruksi untuk membantu," katanya.
