Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:41 WIB
Emas Masih Bakal Lebih Mahal
| Edj | Jumat, 4 Desember 2009 | 11:03 WIB
|
Share:

KO M PA S / P R I YO M B O D O
Pedagang emas melayani calon pembeli di pusat penjualan emas dan permata di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/12). Harga emas dunia, yang sempat mencapai lebih dari 1.200 dollar AS per ounce pada perdagangan Selasa, mendongkrak harga emas perhiasan di dalam negeri, yaitu dari Rp 365.000 menjadi Rp 370.000 per gram emas 24 karat.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menjelang tutup tahun, emas seakan tak pernah lelah mencetak rekor harga baru. Hingga pukul 19.00 WIB kemarin (3/12), harga kontrak emas di divisi Comex NYMEX Amerika Serikat (AS) telah menginjak angka 1.219 dollar AS per troy ounce.

Setidaknya, ada dua faktor fundamental yang mengakibatkan harga emas kian berkemilau. Pertama, aksi beli emas dari investor ritel maupun negara. Setelah China dan India, negara kecil seperti Pakistan sudah mengganti sebagian cadangan devisa dari dollar AS menjadi emas.

"Yang terdeteksi jumlahnya lebih dari satu ton," ujar Martono, Manajer Pemasaran Logam Mulia, kemarin. Padahal jika mau menelusuri, banyak negara maupun ribuan investor ritel yang telah mengantongi emas.

Kedua, pelemahan nilai tukar dollar AS. Kondisi ini mengakibatkan ongkos membeli emas yang berbasis dollar AS semakin murah. Ya, nilai tukar dollar AS memang tersungkur karena investor menggunakan greenback sebagai aksi carry trade.

Para pemodal memanfaatkan rendahnya bunga pinjaman AS, dan mengalihkannya pada barang komoditas, termasuk emas. "Kondisi ini mengakibatkan harga emas terus menguat dalam kurun beberapa bulan ke depan," ujar Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures.

Meski harga emas mulai mengalami jenuh beli (overbought), analis belum melihat potensi bubble atau jatuhnya harga emas. Sebab, bila membandingkan tingkat inflasi tiap tahun, harga emas jauh di bawah rasionya.

Sebagai perbandingan, harga emas pada tahun 1980 masih 850 dollar AS per troy ounce. Bila mengikuti inflasi hingga 2009, seharusnya harga emas mencapai 2.300 dollar AS per troy ounce. "Setiap persen kenaikan inflasi diikuti kenaikan harga emas yang sama," ujar Martono.

Nico meramal, harga emas akan terus menguat hingga 1.350 dollar AS per troy ounce pada kuartal pertama 2010. "Harga emas baru turun pada kuartal kedua 2010," imbuhnya. Alat ukur pergerakan harga emas adalah penguatan atau penurunan dollar AS. (Ade Jun Firdaus/Kontan)

Sumber :
KONTAN