Kamis, 16 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 16 Februari 2012 | 20:22 WIB
Masalah Infrastruktur, Listrik, dan Reformasi Birokrasi, Sensitif
Sandro Gatra | bnj | Jumat, 4 Desember 2009 | 17:16 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 diprediksi akan lebih baik dari tahun 2009 meskipun belum kembali ke posisi normal di tahun 2007.

Ke depan, pemerintah harus lebih memperhatikan masalah infrastruktur, listrik, dan reformasi birokrasi untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Masalah infrastruktur, listrik, reformasi birokrasi secara politik sensitif," ucap Staf Khusus Menteri Keuangan, Chatib Basri, di Jakarta, Jumat (4/12 ).

Chatib menjelaskan, untuk menjalankan perubahan itu diperlukan dukungan politik yang kuat untuk pemerintah.

Karena itu, pemerintah harus segera lakukan perubahan di awal pemerintahan ini yang masih mendapat dukungan kuat politik.

"Jangan sampai kasus Bibit-Chandra dan Bank Century membuat modal politik turun sehingga proses reform jadi lambat dan pertumbuhan ekonomi 7 persen sulit dicapai. Ini kesadaran bersama bukan hanya pemerintah tapi juga partai politik dan masyarakat," jelas dia.

Chatib memprediksi pertumbuhan ekonomi 2010 akan naik akibat konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Sedangkan untuk investasi di tahun 2010 diprediksi masih dibawah lima persen.

Hal itu dapat dilihat dari data impor yang sedikit lemah. " Investasi bisa dilihat dari data impor yang sebagian besar bahan baku yang masih lemah walaupun ada perbaikan. (Investasi) sektor makanan, infrastuktur, dan energi yang akan menjadi harapan di tahun 2010 ," kata Chatib.