Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:46 WIB
Sawit dan Karet Tak Kompak
Josephus Primus | primus | Sabtu, 5 Desember 2009 | 17:46 WIB
|
Share:

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari Kalimantan Selatan (Kalsel) selama Januari - September 2009 melonjak tajam hingga 445,76 persen dibanding periode yang sama 2008.
    
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kalsel Siti Djumiah di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan, pada 2008 periode Januari hingga September ekspor CPO hanya 75 ribu ton.
    
Namun pada 2009 selama periode yang sama ekspor CPO mencapai 408,2 ribu ton dengan nilai 266,3 juta dollar AS, naik sekitar 245,28 persen dibanding 2008 yang hanya 77 juta dollar AS.
    
Menurut Djumiah, kenaikan volume maupun nilai ekspor CPO tersebut berbanding terbalik dengan ekspor karet yang justru anjlok hingga 70 persen lebih.
    
Ekspor karet, kata dia, hingga kini masih sulit bangkit setelah  krisis global. Pada 2008 periode Januari-September ekspor karet tercatat 50,4 ribu ton dan 2009 hanya 26,4 ribu ton.
    
Nilai ekspor karet turun dari sebelumnya 129,4 juta dollar AS menjadi hanya 38,1 juta dollar AS.
    
Membaiknya ekspor CPO, kata dia, terjadi di luar dugaan karena pada pertengahan 2008 harga CPO terpuruk, bahkan lebih parah dibanding harga karet.
    
Namun, kata dia, seiring dengan membaiknya krisis keuangan global pada pertengahan 2009 harga minyak dunia juga mulai membaik. "Hasilnya  memuaskan, saat ini kinerja ekspor CPO jauh meninggalkan komoditas lain, bahkan batu bara sekalipun," katanya.
    
Kepala Dinas Perkebunan Kalsel Haryono mengatakan membaiknya harga CPO di pasar dunia mendorong para pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk melakukan investasi di Kalsel.
    
Bukan hanya perkebunan, kata dia, tetapi beberapa industri CPO dan minyak goreng juga mulai tumbuh di Kalsel.
    
"Saat ini sudah ada sekitar 18 perusahaan CPO dari sebelumnya hanya 14 perusahaan dan satu perusahaan minyak goreng. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dengan banyaknya investor yang akan masuk," katanya.
       

 

 

 

 

Sumber :
Ant