Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:47 WIB
Saham Cenderung Menguat, Waspadai "Profit Taking"
| Edj | Senin, 7 Desember 2009 | 07:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan ini saham-saham di Bursa Efek Indonesia masih berpeluang untuk terus melakukan penguatan, setelah pekan lalu secara kumulatif menguat hampir 5 persen sehingga kembali menembus level psikologis 2.500.

"Untuk pekan ini, kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas seiring dengan bullish rally yang terjadi," sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Menurutnya indeks akan menguji level resistance 2.540-2.570 dengan support level 2.470-2485. "Meski demikian, perlu diperhatikan kemungkinan akan terjadinya profit taking mengingat kenaikan dalam beberapa hari terakhir sudah cukup signifikan," tambah dia.

Disebutkan dia, saham berbasis komoditas, properti, dan beberapa saham second liner masih cukup menarik untuk trading jangka pendek di pekan ini.

Sepanjang pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan naik 4,93 persen ditutup pada level 2.511,545. "Keberhasilan indeks menembus kembali level 2.500, didorong oleh pengumuman deflasi November, yang memberikan optimisme bahwa inflasi tahun ini masih berada dalam target pemerintah," sebut dia.

Selain itu, lanjut dia, data cadangan devisa serta naiknya harga komoditas juga turut memberikan kontribusi sentimen positif bagi indeks.

Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan indeks pekan lalu adalah meredanya efek dari kasus Dubai World, setelah Bank sentral UAE berjanji turun tangan pada masalah ini. Kemdian langkah Bank sentral Jepang yang akan menyuntikkan dana ke pasar untuk memicu aktifitas perekonomian juga terlihat mendorong naiknya harga komoditas seiring dengan ekspektasi meningkatnya demand akan komoditas.