SINGAPURA, KOMPAS.com — Harga minyak di perdagangan Asia, Senin (7/12), naik karena melemahnya dollar AS dan indikasi dari OPEC bahwa mereka puas dengan harga minyak saat ini.
Kontrak utama minyak mentah jenis light sweet crude untuk pengiriman Januari naik 20 sen menjadi 75,67 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah Laut Utara Brent untuk pengiriman Januari naik 30 sen menjadi 77,82 dollar per barrel.
"Dollar AS kembali melemah terhadap euro, jadi faktor-faktor keuangan seperti itu mendongkrak minyak naik," kata Victor Shum, senior prinsipal di kantor konsultan energi, Purvin and Gertz, yang berbasis di Singapura.
Euro diperdagangkan pada kisaran 1,4880 dollar AS pada 0155 GMT dari 1,4852 Jumat lalu di New York.
Indikasi dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa mereka tidak akan memangkas kuota produksi pada konferensi tanggal 22 Desember juga menjadi "faktor" mendorong naiknya harga, kata Shum menambahkan. "Ocehan yang keluar dari OPEC adalah bahwa mereka senang dengan harga sekarang, akan ada peningkatan produksi," katanya.
Arab Saudi selama akhir pekan lalu menyatakan bahwa harga minyak sudah "sempurna" dan pasar global stabil sehingga kekuatan utama dari Arab di OPEC muncul bersatu dalam mendukung upaya mempertahankan kuota produksi. "Semuanya begitu baik sekarang, kita tidak perlu berpikir sangat keras," kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi di Kairo.
Pernyataan itu dinilai mencerminkan kesepakatan antaranggota OPEC untuk menjaga kuota produksi tidak berubah pada Desember 22 konferensi.
