Kamis, 16 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 16 Februari 2012 | 07:46 WIB
Sofjan Djalil: Dana BUMN di Century Pernah Capai Rp 300 Miliar
Wahyu Satriani Ari Wulan | mbonk | Senin, 7 Desember 2009 | 14:47 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofjan Djalil mengakui sejumlah BUMN pernah menaruh uangnya di Bank Century senilai Rp 300 miliar. Namun, dana tersebut terbilang kecil dibandingkan total kredit BUMN sehingga tidak akan berdampak sistemik pada kinerja BUMN.

"Dananya Rp 300 miliar dari total penyaluran kredit BUMN. Kalaupun Century ditutup dan dana BUMN itu hilang, maka tidak akan terpengaruh," kata Sofjan saat Diskusi Publik 'Penyelamatan Sistem Perbankan Sebagai Kebijakan Publik', di Graha Niaga, Jakarta, Senin (7/12).

Ia mengakui, dirinya baru mengetahui ada dana BUMN yang ditempatkan di Bank Century setelah bank tersebut bermasalah pada tahun 2008. Pascapenyelamatan Bank Century, menurutnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pernah menghimbau kepada perusahaan BUMN untuk tidak menarik dananya di bank yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara ini.

Namun, saat itu Sofjan melalui Deputi Menneg BUMN bidang Jasa Keuangan dan Perbankan Parikesit Suprapto meminta agar proses ini kemudian dilakukan melalui business.to business.

"Waktu itu Pak Pari (Parikesit) mengundang beberapa BUMN dan menyerahkan keputusan ke masing-masing BUMN. Tetapi saya juga tidak tahu kalau setelah diselamatkan semua dana BUMN itu malah ditarik," ujarnya.

Namun, dia mengaku tidak ingat secara persis nama-nama BUMN yang menaruh dananya di bank yang dulunya milik Robert Tantular ini. "Yang saya ingat Telkom, Jamsostek, Bank Mandiri juga ada. Tetapi itu jauh sebelum penyelamatan, (dana) Bank Mandiri sudah ditarik," jelasnya.

 

 

Sender ani