KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Tiga Calon Wakil Ketua Umum PII
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono
Senin, 7 Desember 2009 | 14:55 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Airlangga Hartarto dalam sambutannya dalam pembukaan Kongres XVIII Persatuan Insiny ur Indonesia (PII) di Manado, Senin (7/12) mengatakan, telah mengerucut usulan nama tiga calon Wakil Ketua Umum PII periode 2009-2012.

Ketiga calon itu adalah, Bobby Gafur Umar, Chief Executive Officer Bakrie Brothers yang juga Ketua Bidang Industri Manufaktur dan Produksi PII periode 2006-2 009; Ilham A Habibie, Ketua Center for Engineering and Industrial Policy Studies (CEIPS); dan Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Untuk jabatan Ketua Umum PII periode 2009-2012, sudah pasti akan dijabat oleh Muhammad Said Didu, yang menjabat Wakil Ketua PII periode 2009-2012. Di PII, posisi Ketua Umum, sudah diatur langsung dijabat oleh Wakil Ketua periode sebelumnya, sehingga perebutan posisi ada di jabatan Wakil Ketua Umum.

Pemilihan Wakil Ketua U mum PII, baru akan digelar Selasa (8/12 pukul 13.45-15.00 Waktu Indonesia Tengah. Kini para pengurus PII dari berbagai daerah sudah berkumpul di Grand Kawanua, Manado, Sulawesi Utara.

Dalam pembukaan Kongres XVIII PII tersebut, hadir Menteri Koordi nator Perekonomian Hatta Rajasa; Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Mustafa Abubakar, Kepala Bappenas/ Menteri Perencanaan Pembangunan, Profesor Amida S Alisjahbana, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak.

Selain itu, hadir sejumlah professional seperti Direktur Utama Jasa Marga, Frans S Sunito, dan Direktur Utama PT Telkom Tbk, Rinaldi Firmansyah.

Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.