JAKARTA, KOMPAS.com — Ekspo pembiayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digelar selama tiga hari di Gedung Smesco Indonesia, 7-9 Desember 2009. Pameran yang digelar sebagian besar diikuti oleh perbankan nasional. Ada pula lembaga keuangan nonbank.
Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan dalam pembukaan pameran di Jakarta, Senin (7/12), mengatakan, pemerintah ingin menunjukkan keberpihakan kepada rakyat, dengan segera mendorong pengucuran kredit. Dalam kesempatan itu, pengucuran kredit dalam program KUR dilakukan oleh sejumlah bank dan lembaga keuangan nonperbankan dengan nilai Rp 2,137 triliun.
Program KUR dimulai sejak awal November 2007. Dari penjaminan kredit yang diberikan pemerintah melalui Askrindo dan Jamkrindo sebesar Rp 1,45 triliun, perbankan ditargetkan mengucurkan kredit tahun 2008 sebesar Rp 14,5 triliun, dengan bunga maksimal 16 persen. Namun, ternyata pencapai pengucuran kredit hanya sekitar Rp 12 triliun.
Tahun 2009, penjaminan kredit ditingkatkan menjadi Rp 2 triliun sehingga perbankan dengan giring rasio 10 kali diberikan peluang mengucurkan kredit Rp 20 triliun. Hingga September 2009, kucuran kredit mencapai Rp 16,256 triliun. Menteri mengatakan, "Saya akan memantau pemanfaatan dana tersebut. Tidak boleh ada sepeser pun yang diselewengkan."


