KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Rachmat Gobel Berpeluang jadi Ketua Kadin
Selasa, 8 Desember 2009 | 02:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Soy M Pardede menyarankan para wakil ketua umum segera menentukan pengganti MS Hidayat yang telah diangkat menjadi menteri perindustrian. "Ketua umum Kadin Indonesia tidak baik terkooptasi jadi bawahan RI-1 (Presiden). Jadi jabatan menteri dan ketua umum harus segera dipisahkan sehingga ketua umum tetap jadi mitra pemerintah," katanya, di Jakarta, Senin malam.

Ditemui pada saat makan malam dan silaturahmi antara jajaran pengurus Kadin Indonesia dengan mantan Menperin Fahmi Idris dan Kepala BKPM M Lutfi, Soy mengatakan MS Hidayat sendiri telah mengisyaratkan adanya pergantian ketua umum. Ia menilai dengan Hidayat mempersilakan para wakil ketua umum memaparkan peta jalan ("roadmap") dan program yang dibuat masing-masing pada Rapimnas Kadin pekan lalu, maka pergantian bisa segera dilakukan.
    
Selain itu, lanjut Soy, sesuai Pasal 35 AD/ART Kadin Indonesia, jika ketua umum berhalangan sementara maka salah satu wakil ketua umum Kadin Indonesia/Kadin Provinsi yang ditunjuk ketua umum dapat bertindak untuk dan atas nama ketua umum.

Pasal 36 AD/ART juga menyebutkan jika ketua umum berhalangan tetap atau karena sesuatu sebab tidak dapat menjalankan dan menyelesaikan kewajibannya sampai masa jabatan kepengurusan berakhir, maka jabatan ketua umum dapat digantikan oleh salah satu wakil ketua umum/Kadin provinsi yang ditetapkan dalam rapat dewan pengurus.

"Yang paling tepat menjadi ketua umum pengganti Hidayat adalah yang basis dan kinerja usahanya jelas. Regenerasi perlu dipelihara berkesinambungan sehingga ketua umum perlu diambil dari dalam pengurus," ujar mantan ketua Kadin Perdagangan pada era Aburizal Bakrie itu.

Soy menilai sejumlah wakil ketua umum Kadin Indonesia seperti Rachmat Gobel dan Chris Kanter memiliki kinerja yang bagus dan layak dipertimbangkan menjadi ketua umum Kadin Indonesia.

Sementara, mantan Kepala BKPM M Lutfi mengingatkan agar Kadin Indonesia bekerja sama dengan pemerintah untuk memberi nilai tambah bagi komoditas sumber daya alam Indonesia. Ia mengutip analisis ADB (Bank Pembangunan Asia) jika Indonesia hanya mengekspor barang mentah, tidak akan bisa menyejahterakan rakyat.

"Ketua Umum Kadin mendatang jangan hanya 'omong doang,’ harus bisa ciptakan nilai tambah dan menyiapkan studinya," ujar Lutfi. Ia bahkan mengatakan bila pemerintah tidak bisa diajak bekerja sama memberikan nilai tambah, maka harus dilawan bersama seluruh jajaran Kadin Indonesia.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.