Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:52 WIB
Minyak Turun untuk Lima Sesi Berturut-turut
| Edj | Rabu, 9 Desember 2009 | 07:51 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah jatuh untuk kelima sesi berturut-turut Selasa (8/12/09) di New York, pelaku pasar fokus pada penguatan dollar AS dan lemahnya permintaan energi AS.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet pengirima Januari, merosot 1,31 dollar menjadi 72,62 dollar per barrel. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari menyusut 1,24 dollar menjadi menetap di 75,19 dollar per barrel.
   
Ini adalah sesi kelima berturut-turut kontrak New York berakhir dalam merah, membawa kerugian gabungan hampir enam dolar per barel.

Kontrak jatuh dalam perdagangan intraday ke 72,51 dollar, terendah yang terlihat terakhir pada 9 Oktober. "Dollar AS rebound (menguat kembali), adalah negatif untuk minyak," kata Antoine Halff, analis Newedge Group.

Harga minyak dan komoditas dalam denominasi dollar telah memperoleh dukungan untuk beberapa bulan dari melemahnya dollar.  Namun greenback (julukan untuk dollar AS) telah menguat tajam terhadap euro sejak Jumat, dengan mata uang tunggal Eropa jatuh di bawah 1,47 dollar AS pada Selasa untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan. "Ada harapan rebalancing di pasar," kata Halff.

"Banyak analis, termasuk saya, mengharapkan penurunan harga di kuartal pertama dan kedua (berikutnya) tahun, dan mungkin rebound dalam paruh kedua tahun tersebut," tambah dia.

"Permintaan belum benar-benar menguntungkan dari tanda-tanda awal pemulihan dari resesi," sebutnya lagi.

Badan Informasi Energi AS (EIA), untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, menurunkan prospek permintaan minyak global 2010 pada Selasa. Untuk Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia, EIA melihat kenaikan 270.000 barrel per hari, sedikit lebih rendah dari proyeksi bulan lalu.

Sumber :
ANT, AFP