Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 00:56 WIB
Harga Minyak Melorot Untuk yang Keenam Kalinya
| Edj | Kamis, 10 Desember 2009 | 08:10 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak tergelincir lagi pada Rabu (9/12/09) waktu setempat, setelah data resmi menunjukkan stok bahan bakar olahan AS (destilasi) lebih besar dari perkiraan memperbaharui kekhawatiran tentang mengendurnya permintaan di ekonomi terbesar dunia.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari, jatuh 1,95 dollar AS ke dua bulan terendah pada 70,67 dollar AS per barrel.

Ini adalah sesi keenam berturut-turut acuan kontrak ditutup melemah karena pasar mengkhawatirkan tentang lemahnya permintaan di Amerika Serikat karena negara berjuang untuk muncul dari resesi terburuk dalam beberapa dasawarsa.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk Januari merosot 2,80 dollar menjadi menetap di 72,39 dollar AS per barrel.

Sentimen pasar terpukul oleh laporan mingguan terbaru stok minyak AS dari Departemen Energi AS (DoE) yang menunjukkan kenaikan tak terduga stok destilasi, dengan 1,6 juta barrel dalam pekan yang berakhir 4 Desember, bukannya turun 500.000 barrel seperti yang diperkirakan oleh sebagian besar analis.

Destilasi atau sulingan termasuk bahan bakar diesel dan pemanas, yang biasanya permintaannya terlihat naik seperti pada waktu tahun ini karena medekati musim dingin di belahan bumi utara. "Permintaan untuk bahan bakar destilasi minyak terus mendekati menjadi 10 persen di bawah tingkat 2008, tertekan oleh cuaca ringan pada November dan miskinnya permintaan untuk angkutan barang," kata Nic Brown, ekonom Natixis.

Cadangan minyak mentah, setelah dua minggu meningkat, turun 3,8 juta barrel, menjadi 336,1 juta barrel.  Namun, stok minyak mentah itu 4,4 persen lebih tinggi dari tingkat mereka tahun lalu dan di atas batas atas dari kisaran rata-rata untuk sepanjang tahun ini.

Selama empat minggu lalu, rata-rata konsumsi AS 18,5 juta barrel produk minyak bumi per hari, penurunan 3,0 persen dari periode yang sama setahun lalu. "Permintaan tetap menderita anemia," kata Ellis Eckland, seorang analis independen, menambahkan bahwa "orang-orang menyadari bahwa permintaan AS tidak pulih."

Sumber :
ANT, AFP