WASHINGTON, KOMPAS.com - Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengakui telah mengalami kerugian 61 miliar dollar AS atau sekitara Rp 579,5 triliun (kurs Rp 9.500 per dollar AS) dari dua program kunci yang didesain untuk menstabilisasikan perekonomian setelah mengalami krisis keuangan terhebat dalam satu dekade terakhir.
Perincian kerugian itu menurut data Depkeu hasil audit BPKnya AS, yang dirilis Rabu (10/12/2009) waktu setempat, adalah, lebih dari 30 miliar dollar AS yang disuntikkan untuk raksasa asuransi AS American International Group Inc, serta lebih dari 30 miliar dollar AS karena menolong perusahaan otomotif Chrysler dan General Motors.
Namun Depkeu menyatakan kerugian itu akan tergantikan dengan keuntungan yang diperoleh dari hasil bail out perbankan. Dikatakan, dana talangan perbakan akan memberikan keuntungan bersih 19,5 miliar dollar AS.
