Batam, Kompas -
”Klinik didirikan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” kata BJ Habibie saat meresmikan klinik khusus ginjal Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) di Batam, Kepulauan
Ia menambahkan bahwa pelayanan klinik ginjal sangat penting untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelayanan kesehatan, lanjut Habibie, juga semakin diperlukan mengingat pertumbuhan penduduk di Batam cukup besar. Warga dari berbagai tempat di Nusantara mencari pekerjaan di kota tersebut.
”Waktu saya pertama kali di Batam, jumlah penduduk baru sekitar 6.000 orang. Namun, saat ini penduduk yang tercatat sudah mencapai 900.000 orang,” katanya.
Pertumbuhan ini mensyaratkan dipenuhinya berbagi kebutuhan dasar. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan.
Lebih lanjut Habibie mengungkapkan, orang yang datang ke Batam perlu memiliki jiwa atau semangat untuk merintis sesuatu yang baru.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terbarukan sangat penting. Apalagi di Batam tidak ada sumber daya alam.
Menurut Habibie, dalam membangun dan merintis sesuatu yang baru di Batam, semua pihak hendaknya tidak memikirkan kepentingan golongan atau partai politik.
”Udah deh, kita keluarkan masyarakat dari garis kemiskinan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Klinik Khusus Ginjal RSBK Andi Sugiratu mengungkapkan bahwa di klinik tersebut terdapat 15 tempat tidur yang dilengkapi alat pencuci darah. RSBK saat ini telah melayani 74 pasien penderita ginjal.
Menurut Andi, pasien yang tidak mampu, dengan kartu Jamkesnas, pasien tidak perlu membayar biaya cuci darah. Namun, pasien yang tidak dapat menunjukkan kartu tersebut harus tetap membayar.
Biaya cuci darah di klinik khusus ginjal, RSBK, sebesar
”Itu belum termasuk biaya obat,” kata Andi. Pencucian darah pada pasien umumnya dilakukan seminggu dua kali. Proses pencucian darah memakan waktu empat jam.
